Kudus Genjot Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok

Kudus, isknewscom – Sebanyak 50 orang pembudidaya lele pembesaran secara tradisional di undang untuk mengikuti pelatihan menggunakan teknologi bioflok.  Tahun 2018 ini Dinas Pertanian dan Pangan Kudus memang fokus untuk memajukan perikanan. Baik ikan hias maupun ikan konsumsi. Sehingga nantinya Kudus tidak hanya dikenal sebagai kota kretek saja  tetapi juga ikon penghasil ikan yang sehat konsumsi serta ikan hias.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Catur Sulistiyanto saat membuka pelatihan Budidaya Ikan teknologi  bioflok  di aula Bidang Perikanan, menurutnya berdasarkan pengalaman melihat kondisi wisata kuliner di Kudus, potensi pemasaran dari lele sangat besar. Hal ini seiring tumbuhnya dunia industri dan naiknya perekonomian masyarakat.

“ Coba bapak-bapak semua lihat kuliner malam di Kudus. Tulisan teratas untuk ikan ada penyetan lele atau lele goreng. Jarang sekali penyet nila atau malah gurami. Namun, ikan-ikan lele yang dimasak itu mayoritas berasal dari luar kota. Tentu, bersatunya para pengusaha lele teknologi bioflok dengan dinas akan mampu menjadikan kudus swasembada lele. Apabila jumlah produksi banyak dan mensuplai kebutuhan kuliner berkesinambungan, maka para pembudidaya akan semakin sejahtera ,” tuturnya,  Senin (02-04-18).

KOMENTAR SEDULUR ISK :
Bioflokikan lele