Panwas Jepara Tak Khawatirkan Isu Mobilisasi E-KTP

Jepara, ISKNEWS.COM – Panwaslu Kabupaten Jepara tak terlalu mengkhawatirkan kabar soal potensi mobilisasi KTP Elektronik (E-KTP) dalam Pilkada yang telah menjadi isu nasional. Hal ini lantaran menurut Ketua Panwaslu Jepara Arifin, hal itu hampir mustahil terjadi.

“Tercecernya E-KTP hingga sampai ke Jepara dan digunakan untuk keperluan Pilgub Jateng sulit terjadi lantaran sistem dan skema pemungutan suara itu sendiri. Kendatipun warga yang tak masuk daftar pemilih tetap (DPT) bisa menggunakan E-KTP untuk menggunakan hak pilihnya,” kata Arifin, Jumat (8-6-2018).

Panwaslu, kata Arifin, sudah terlibat sejak awal dalam mengawal DPT. Sehingga untuk warga yang masuk DPT sepertinya sudah tidak ada masalah. Ada potensi warga mencoblos dua kali dengan identitas berbeda, atau warga yang tak memiliki E-KTP bisa mencoblos dengan E-KTP orang lain juga sulit. “Pengawas pemilu di tingkat desa dan tingkat TPS diambilkan dari wilayah masing-masing. Sehingga sudah kenal satu per satu warga setempat,” imbuhnya.

Terlebih, lanjut dia, syarat menggunakan E-KTP untuk mendapatkan hak pilih harus digunakan sesuai dengan alamat yang tertera di kartu identitas penduduk tersebut. Dengan skema ini, maka jajarannya baik di tingkat kabupaten, kecamatan (Panwascam), tingkat desa (PPD) hingga pengawas TPS tak mengkhawatirkan hal ini dan tidak menjadikannya sebagai salah satu fokus pengawasan.

KOMENTAR SEDULUR ISK :
style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-4918360277293205" data-ad-slot="1144672621">
Panwas Jepara