Pasien Gagal Ginjal dan Kebiasaan Konsumsi Obat

Kudus, ISKNEWS.COM – Menjalani hidup sebagai seorang penderita gagal ginjal tidaklah mudah. Hemodialisa (HD) atau cuci darah menjadi sebuah proses yang tidak dapat dihindari oleh penderita gagal ginjal kronis. Bagi pasien gagal ginjal, proses hemodialisis menjadi penyambung kehidupanya.

Beragam cerita terurai dalam hidup pasien hemodialisa. Kepada isknews.com, Muklisin, warga Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus sudi membagikan kisah hidupnya bertahun-tahun menjalani proses hemodialisis.

Lelaki 46 tahun ini, mengaku telah lama mengidap hipertensi. Kebiasaan mengkonsumsi obat hiperesi secara terus menerus dan menahun, menyebabkan ginjalnya mengalami kerusakan. Pada tahun 2014, Muklisin difonis mengalami gagal ginjal kronis.

“Waktu itu, saya difonis mengalami gagal ginjal stage 5, dimana 75 persen ginjal saya dinyatakan tidak berfungsi. Untuk bisa melanjutkan hidup, saya harus melewati proses hemodialisis. Saya akui, tidak mudah menjadi pasien hemodialis pemula, beragam tekanan psikis menumbangkan semangat hidup saya,” ungkapnya.

Awal-awal menjalani proses hemodialisis, Muklisin mengalami sejumlah gejala seperti mual muntah, tidak nafsu makan, susah tidur, menggigil dan susah buang air besar. “Setelah mengalami proses hemodialisis, saya mengalami rasa mual muntah dan lemas pada seluruh badan. Tidak hanya itu, saya juga merasa tidak nafsu makan hingga menyebabkan saya susah buang air besar. Pada malam hari saya juga mengalami susah tidur dan terkadang disertai menggigil,” jelasnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :
Pasien Gagal Ginjal