Anggaran Habis, Droping Air Andalkan CSR BUMD

oleh
Anggaran Habis, Droping Air Andalkan CSR BUMD
Foto: Istimewa

Jepara, ISKNEWS.COM – Krisis air bersih di Kabupaten Jepara semakin meluas. Beberapa perusahaan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jepara mulai mengucupkan anggaran atau bantuan Corporate Social Responsibility (CSR), untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Diharapkan kekurangan pasokan air bersih ini, dapat terpenuhi.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Jamaludin, mengatakan bantuan air bersih dari beberapa perusahaan dan BUMD ini, mulai disalurkan ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.

TRENDING :  PKL CFD Bertambah, Pemkab Tata Ulang Penempatan Lapak

Misalnya saja, untuk PD BPR BKK Jepara sudah mengucurkan Rp. 15 Juta, PMI Jepara Rp. 20 Juta, Bank Jepara Artha Rp. 5 Juta dan Baznas Rp. 5,5 Juta. Hal ini dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Jepara.

TRENDING :  Bersama Baznas, ASN Kemenag Kudus Tunaikan Zakat Senilai Rp806,2 Juta

Menurut catatan Jamal, keamrin, BPBD melakukan droping air bersih di Desa Kunir, sebanyak 2 tangki. Desa Jlegong 1 tangki, yang keduanya berada di wilayah Kecamatan Keling. Sedangkan untuk wilayah selatan, air bersih dikirim ke Desa Tunggul Pandean Kecamatan Nalumsari sebanyak 2 tangki. “Bantuan ini akan dikirim tiga hari sekali, untuk wilayah terdampak kekeringan. Sehingga bisa merata,” kata Jamal.

TRENDING :  2019, Jepara Ditargetkan Bebas Permukiman Kumuh

Selain wilayah tersebut beberapa desa yang mengalami dampak kekeringan diantraya Desa Gelang dan Tunahan Kecamatan Keling. Desa Clering Kecamatan Donorojo. Sedangkan untuk wilayah Selatan, ada Desa Reguklampitan Kecamatan Batealit, Desa Blimbingrejo Kecamatan Nalumsari. “Kemarin juga ada rapat dipimpin Sekda Sholih, untuk membahas kekeringan ini,”tuturnya. (ZA/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :