Angka Kecelakaan di Blora Menurun

Angka Kecelakaan di Blora Menurun

 

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Selama operasi Ramdniya candi tahun 2017, angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Blora diklaim menurun.

Kapolres Blora AKBP Surisman mengakui jika yang menjadi tujuan dari operasi Ramadniya terlah tercapai. Situasi kamtibmas selama arus mudik dan balik berjalan dengan baik dan lancar. Itu semua berkat adanya kerja keras dari personel Polres Blora dan juga peran serta masyarakat.

“Laka lantas menurun dan bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat, yang jelas semuanya aman dan terkendali,” terangnya, Rabu (5/7/2017).

Kasat Lantas AKP Febriyani AER membenarkan, kalau kasus laka lantas selama operasi ramadniya berhasil turun dibading tahun 2016 lalu. Pada 2017 ini terdapat 15 kasus atau turun 13 kasus dari tahun 2016 yang mencapai 28 kejadian laka lantas. “Hanya ada 15 kasus dan tidak ada korban yang meninggal dunia,” jelas Kasat Lantas.

TRENDING :  Belum Mengarah Ke Penindakan Tilang Pemasangan CCTV di Kudus

Dia menambahkan bahwa untuk korban luka berat (LB) naik dari 2 kasus menjadi 4 kasus, sedangkan luka ringan (LR) hanya ada 21 kasus, atau turun 34 kasus dari tahun 2016 yang mencapai 55 orang mengalami LR. Dari kejadian itu kerugian material yang dialami sekitar Rp8,7 juta.

TRENDING :  Jum'at Bersih Sasar Taman Seribu Lampu

Menurutnya, kasus kecelakaan tersebut terjadi banyak melibatkan kendaraan roda dua, paling banyak milik masyarakat sendiri.

Kejadian laka lantas tersebut terjadi di JL Blora-Kunduran, Jl Blora-Cepu serta ada yang di dalam kota Blora. Jalur Blora sendiri, lanjut Kasat Lantas bukan merupakan jalur utama pemudik, tetapi hanya sebagai alternatif. Namun demikian kendaraan banyak didomonasi pemudik dari Kabupaten Blora.

Jika kasus laka lantas mengalami penurunan, lain halnya dengan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan masyarakat.

TRENDING :  177 Bidan Desa Terima SK CPNS

penindakan penilangan mengalami peningkatan signifikan, hingga 940 persen atau ada 1.082 kendaraan yang ditilang. Padahal pada tahun 2016 hanya 104 penindakan.

Pelanggaran yang dilakukan masyarakat, seperti tidak menyalakan sampu saat siang hari, kendaraan tidak lengkap, tidak bisa menunjukkan STNK, SIM serta ada yang salah salur. Kasus tilang sebagian besar adalah kendaraan roda dua.

“Kami harapkan agar kesadaran untuk patuh berlalu lintas terus ditingkatkan, sehingga akan membuat rasa aman bagi diri sendiri dan orang lain,” tandasnya. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post