Angkutan Barang Diizinkan Melintas Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran, Kecuali di Jalan Tol

oleh
Angkutan Barang Diizinkan Melintas Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran, Kecuali di Jalan Tol
Foto: Angkutan barang diizinkan melintas selama arus mudik dan balik lebaran, kecuali di jalan tol. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Angkutan barang diizinkan melintas selama arus mudik dan balik lebaran 2018 kecuali di jalan tol. Hal itu dikemukakan Kepala Balai Perhubungan Wilayah II Jawa Tengah Hery Prayitno melalui Kasi Angkutan Suryono, saat melakukan pemeriksaan bus di Terminal Jati Kudus, Selasa (05/06/2018).

“Ada peraturan yang berubah pada tahun ini. Sesuai keputusan Dirjen Perhubungan Darat angkutan barang yang dilarang melintas hanya di jalan tol saja, jalan nasional masih diizinkan,” katanya kepada sejumlah awak media.

TRENDING :  Jangan Takut Laporkan Kendala Masalah Ekonomi Di Lingkungan Masyarakat

Kalau dulu, lanjutnya, angkutan barang lebih dari tiga sumbu dilarang melintas sejak H-4 lebaran. Sekarang diperbolehkan melintas di jalan nasional, yang tidak boleh adalah melintas di jalan tol.

Larangan melintas di jalan tol diberlakukan mulai 12 Juni 2018 hingga 14 Juni 2018 dan 22 Juni 2018 hingga 24 Juni 2018. Larangan tersebut terteran dalam PM 34 Tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas Pada Masa Angkutan Lebaran 2018.

Di dalamnya juga dijelaskan seara spesifik kendaraan yang dilarang melintas adalah kendaraan dua sumbu yang memiliki kapasitas 14 ton atau lebih dan kendaraan tiga sumbu atau lebih. “Termasuk kereta tempelan dan gandengan juga tidak diperbolehkan melintas,”  ujarnya.

TRENDING :  Pengelolaan Arsip di Kabupaten Kudus Belum Sesuai

Sebelumnya siberitakan Balai Perhubungan Wilayah II Jawa Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Jati Kudus, Selasa (05/06/2018). Sebanyak 37 kendaraan diperiksa dalam sidak kali ini.

Hasilnya empat bus dan 10 mobil barang ditilang karena melanggar. Pelanggaran yang dilakukan bervariasi. Di antaranya kelebihan muatan, kelaikan jalan, buku KIR dan administrasi trayek mati. Selain administrasi, sarana penunjang keselamatan juga menjadi perhatian pihaknya. Dari beberapa bus yang telah diperiksa, sebagian masih ditemukan tidak memenuhi standar keselamatan.

Sebagian ada yang belum sesuai seperti tidak adanya alat pemadam ringan dan pemukul kaca darurat jika terjadi kecelakaan. Termasuk ketertiban kondisi ban juga ada yang tidak memenuhi standar, yakn ketebalan alur ban kurang dari 1 milimeter. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :