Antisipasi Ancaman Banjir Warga Desa Karangrowo Persiapkan Prahu untuk Evakuasi Warga

by
ISKNEWS.COM

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Ancaman bencana banjir mengancam setelah Sungai Juwana yang melintas di Kabupaten Pati diprediksi terus naik akibat hujan kiriman dari kawasan hulu di Kabupaten Purwodadi, Kudus masuk wilayah Pegunungan Kendeng, hingga Kabupaten Pati. Untuk antisipasi bahaya banjir Warga Desa Karangrowo Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati Selasa, (7/2) siaga bencana banjir. Hal tersebut dilakukan oleh Perangkat desa beserta warga melakukan pemeriksaan beberapa prahu untuk evakuasi warga jika kondisi banjir terus naik.ISKNEWS.COM

Menurut Kepala Desa Karangrowo Abdul Suyono, mengingat pengalaman tahun sebelumnya banjir sering terjadi secara tiba-tiba, maka perlu disiapkan prahu dan perlengkapanya.

Abdul Suyono juga ingin memastikan kondisi prahu, guna antisipasi ketika banjir sewaktu-waktu naik. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan apakah prahu itu layak digunakan atau tidak.

TRENDING :  ​Hasil Turnamen bola voli siti maudlu'ah Cup II Tahun 2017.

“Untuk antisipasi banjir yang suatu saat datang, saya selaku kepala desa dan warga ingin memastikan bagaimana kondisi prahu, apakah nanti bisa dimanfaatkan ketika banjir datang atau tidak.” Jelas Abdul Suyono.

TRENDING :  Banjir Di Pati Memakan Korban

Kepala Desa Juga menghimbau kepada warganya agar selalu waspada karena akhir-akhir ini kondisi cuaca tidak baik sering hujan dan disertai angin kencang.

“Saya menghimbau warga supaya hati-hati disaat berpergian apalagi saat melihat sawahnya, cuaca sekarang sangat extrim sering terjadi hujan yang disertai angin kencang,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan Reporter isknews.com Ratusan rumah penduduk di belasan desa dan 4 Kecamatan di Kabupaten Pati yang berada di bantaran Sungai Juwana sejak tanggal (6/2) kemarin mulai terendam banjir. Paling parah terkena dampak banjir adalah Kecamatan Jakenan meliputi Desa Ngastorejo, Sidoarum, Karangrowo dan Tondomulyo.

TRENDING :  Babinsa Bantu Para Petani Saat Tanam

Banjir juga merendam ratusan hektar tanaman padi siap panen, sebagian warga terpaksa panen lebih awal sehingga hasil panen tidak maksimal. Kerugian akibat banjir diperkirakan hingga ratusan juta rupiah. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :