Antisipasi Bahaya Kebakaran, SATPOL PP dan Damkar Gelar Sosialisasi dan Simulasi

Antisipasi Bahaya Kebakaran, SATPOL PP dan Damkar Gelar Sosialisasi dan Simulasi

Kudus, isknews.com – Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran, hari ini rabu (13/9/2017) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kudus melaksanakan sosialisasi dan simulasi pemakaian Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di depan Kantor UPT Pendidikan Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Rabu (13/9/17).

Didik Hartoko, Kepala bidang Satpol-PP dan Damkar Kudus mengatakan, sosialisasi ini bermaksud untuk mengatasi kebakaran di semua gedung pemerintahan. Kegiatan yang diikuti oleh beberapa sekolah di Kecamatan Kaliwungu ini diwakili guru dan karyawan. Program ini juga merupakan salah satu dari program kerja (Progja) yang telah sesuai Peraturan Daerah (Perda) No. 14 tahun 1994.

BACA JUGA :  Jelang Lebaran, Omzet Penjualan Kebutuhan Sandang Meningkat

“Perda tersebut mempunyai tujuan penanggulangan, antisipasi, juga mengatasi kebakaran yang terjadi baik di gedung pemerintahan” terangnya.

Progam yang sudah berjalan hampir dua pekan lalu ini penyampaiannya tidak hanya teori, melainkan semua peserta wajib mempraktekkannya. Selain di Kecamatan Kaliwungu, juga telah dilakukan kegiatan serupa di kecamatan lainnya di Kudus secara bergiliran.

Kegiatan yang dilakukan setiap Senin sampai Kamis ini bertempat di lokasi yang berbeda. Setelah Kaliwungu, nantinya berlanjut di Kecamatan Kota dan Kecamatan Jekulo.

Salah seorang peserta yang ditemui isknews.com, Arif mengaku dengan kegiatan ini kami para peserta memperolah manfaat. Setidaknya bisa tambah ilmu, terutama mempraktekannya. Sebab, diakuinya Sebelumnya ia mengerti adanya APAR akan tetapi belum begitu mengerti tentang tata cara penggunaannya.

BACA JUGA :  Perubahan Tarif Penerbitan SKCK

Dikatakan Arif, ketika pemateri berlangsung memang kurang begitu paham. Akan tetapi ketika adanya simulasi atau praktek, ia dengan mahir mempraktekkannya dengan benar sesuai prosedur.

Ditambahkannya, “saat materi teori kurang lancar. Namun setelah simulasi praktek ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Menurut saya, Dibutuhkan adanya nyali, tekad dan keberanian supaya bisa melakukan sedino prosesi, tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Satpol-PP dan Damkar. ” pungkasnya. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
/div>

Share This Post