Antisipasi Bencana, Desa Jati Wetan Siapkan Jalur Evakuasi

oleh
Foto: Jalur evakuasi di Desa Jati Wetan yang disiapkan untuk pengungsi korban banjir. (Darmanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Bencana alam banjir membawa dampak tidak hanya berupa harta benda, juga trauma. Apalagi kalau musibah itu terjadi setiap tahun, seperti yang dialami oleh warga Dukuh Gendok dan Barisan, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus.

Akibat rumah yang mereka tinggali tergenang banjir cukup tinggi, ratusan warga di lokasi tersebut harus mengungsi ke Balai Desa setempat yang letaknya cukup jauh. Belajar dari pengalaman, kini Pemerintahan Desa (Pemdes) Jati Wetan, telah menyiapkan jalur evakuasi bagi para pengungsi.

Kepala Desa Jati Wetan, Suyitno, saat dihubungi isknews.com, Selasa (13-02-2018) mengatakan hal itu. Menurut dia, jalur evakuasi itu sudah lama ada, yakni jalan poros yang menghubungkan Dukuh Sengkuyung di sebelah timur Balai Desa Jati Wetan dan Dukuh Gendok. Namun jalan yang dipisahkan oleh Jalan Lingkar Selatan itu, sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.

TRENDING :  Dandim Kudus Prakarsai Kerja Bakti Bersama Masyarakat

“Baru pada TA 2017 ini, mendapat bantuan proyek pembangunan jalan dari Pemkab Kudus. Sekarang ini, jalan yang semula rusak dan berlubang-lubang kecil sudah mulus karena dicor dengan semen,” paparnya.

Kalau diukur mulai dari Balai Desa Jati Wetan hingga Dukuh Gendok, lanjutnya, panjang jalur evakuasi ukuran lebar 4 meter itu, mencapai sekitar 900 meter. Sehingga, pada saat-saat terjadi keadaan darurat di lokasi bencana, bisa secepatnya dilakukan evakusi warga masyarakat ke tempat pengungsian yang disediakan yakni Aula Balai Desa setempat.

TRENDING :  Rakor Ekuinda Perhatikan Antisipasi Bencana

Dengan jarak yang tidak begitu jauh, evakuasi dengan menggunakan kendaraan roda empat, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 hingga 20 menit saja.

“Harapan kami, jangan ada warga korban banjir yang sampai mengungsi. Tetapi tidak ada salahnya melakukan langkah-langkah antisipasi, sebelum terjadi kejadian yang tidak dikehendaki,” ungkap Kades.

Selain jalur evakusi, tempat pengungsian juga telah disiapkan, termasuk angkutan kendaraan roda empat untuk mengangkut warga yang mengungsi. Kendaraan jenis truk dan pick up bak terbuka itu jumlahnya tidak bisa dihitung, karena milik pribadi warga desa yang dengan suka rela berpastipasi, begitu terjadi keadaan darurat.

“Adapun untuk kebutuhan di tempat pengungsian, sudah tersedia peralatan masak atau dapur umum. Logistik belum ada karena belum ada kejadian,” pungkas Kades Jati Wetan yang hampir tak kenal waktu, memantau lokasi banjir di wilayahnya itu.

TRENDING :  Pelaku UKM di Kudus Diedukasi Pemasaran Pasar Internasional

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 200 rumah lebih warga Dukuh Gendok, Barisan dan Dukuh Tanggulangin di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sudah beberapa hari tergenang banjir.

Air setinggi sekitar lutut orang dewasa itu menggenangi jalan dan pekarangan, namun hanya sebagian yang masuk ke rumah penduduk. Sehingga aktivitas warga masyarakat tidak terlalu terganggu. Banjir tersebut diakibatkan oleh meluapnya air Sungai Anakan yang melintas di dukuh tersebut. (DM/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :