Antisipasi Pangkalan Nakal, Disdagperin Pati Gencarkan Sidak LPG

oleh

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Masih santernya aduan warga terkait banyaknya penjual Liquified Petroleum Gas (LPG), yang melambungkan harga eceran. Ditanggapi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati dengan melangsungkan sidak di beberapa daerah Bumi Mina Tani.

Seperti yang terlihat di Kecamatan Winong, petugas melangsungkan sidak gas LPG ke sejumlah pangkalan dan pengecer. Jika ada pangkalan maupun pengecer nakal yang menjual gas melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.500, maka pihaknya akan langsung menindak tegas.

TRENDING :  Nyekar Di Makam Mbah Mutamakkin

“Ini sebagai respon adanya informasi dari warga yang mengaku, adanya penjualan LPG melon dengan harga melebihi eceran tertinggi,” jelas Kabid Perdagangan Disdagperin Pati, Rekso Suhartono saat melangsungkan sidak.

Tidak hanya ditegur, jika ditemukan pangkalan nakal, pihaknya mengancam akan melakukan pengurangan kuota. Tak main-main, seumpama masih juga membandel, pihaknya akan memutuskan kontrak.

TRENDING :  Kenapa Biru Mahal dan Hijau Langka?

Selain rutin melangsungkan sidak, Rekso mengungkap, akan memperketat pengawasan dengan cara mengajak elemen masyarakat untuk turut melangsungkan pemantauan. Hal tersebut dinilai efektif, pasalnya masyarakat yang selama ini dirugikan dengan ketidaksesuaian harga LPG.

“Kami juga telah memberikan warning terkait penjualan diatas HET. Jika masyarakat mengetahui ada yang menjual diatas HET, dapat menghubungi nomor aduan yang tertera di pangkalan,” paparnya.

TRENDING :  Empat Desa di Pati Dapat DD Hingga Rp 1,6 Miliar

Dalam sidak tersebut, pihaknya menemukan pangkalan tak resmi yang disinyalir mengambil gas LPG dari luar Kabupaten Pati. “Nah itu jelas terbukti dari melihat segel pengaman di LPG yang dijual itu,” tegasnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :