APBD Perubahan Alokasikan DBHCHT Kudus Sebesar Rp 158 M

oleh
Ilustrasi cukai rokok salah satu perusahaan rokok di Kudus (Foto YM)

Kudus, isknews.com – Sesuai APBD Perubahan tahun 2018 alokasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Kudus tahun 2018 setelah APBD Perubahan adalah sebesar Rp158,15 miliar.

Dari dana cukai tersebut, sekitar 50 persennya harus digunakan untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional (JKN), sedangkan sisanya untuk mendukung kegiatan dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Hal itu dikatakan oleh Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono di Kudus, Rabu (09/01/2018).

Menurutnya, kegiatan yang diperbolehkan sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 222/PMK.07/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT, yakni untuk mendanai kegiatan peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

TRENDING :  Dialog Publik: Tingkat Suku Bunga Mempengaruhi Perkembangan Perekonomian Suatu Negara

“Dana tersebut mengalir pada 11 OPD untuk mendukung program-programnya diantaranya anggaran terbesar diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus sebesar Rp54,66 miliar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebesar Rp54,59 miliar, RSUD Kudus sebesar Rp26,79 miliar, dan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Koperasi UKM mendapatkan anggaran sebesar Rp19,59 miliar,” kata dia.

TRENDING :  Kenaikan Harga Sembako Picu Tingginya Inflasi

SKPD lainnya mendapatkan anggaran secara bervariasi, mulai dari Rp100 juta hingga Rp2 miliar.

Sementara mengenai tingkat serapan, menurut dia penyerapan anggaran dana cukai sebesar itu, tergolong tinggi karena hampir mendekati 100 persen.

“Untuk mencapai penyerapan 100 persen, tidak mungkin karena dalam proses lelang ada penawaran yang nilainya bisa lebih rendah dari plafon anggaran dimana di setiap proyek kegiatan, anggaran yang disiapkan biasanya berdasarkan hasil prediksi maksimal sedangkan proses lelangnya bisa lebih rendah dari plafon anggaran sehingga ada sisa lelang,” jelas Eko.

TRENDING :  Bupati Tetap Targetkan Bendungan Logung Rampung 2017

Pelaksanaan proyek kegiatan yang didanai DBHCT Kudus, selama 2018 juga berjalan lancar menyusul penyerapan anggarannya juga bisa mencapai 95,67 persen.

Penyerapan tertinggi dari RSUD Loekmono Hadi Kudus sebesar 97 persen, disusul Dinas PUPR sebesar 92,4 persen dan DKK hanya 81,2 persen.

Total Tingkat penyerapan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus tahun 2018 mencapai Rp143,77 miliar atau 95,67 persen. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :