Apel Nusantara Bersatu, Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama, Digelar Dilapangan Pancasila Semarang

Apel Nusantara Bersatu, Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama, Digelar Dilapangan Pancasila Semarang

15027470_1892178751002068_1797399045376783318_nSemarang – Rintik-rintik hujan Rabu (30/11) pagi itu tidak melunturkan semangat para pelajar, TNI/Polri, birokrat, ulama, dan elemen masyarakat untuk berkumpul di Lapangan Pancasila (Simpanglima), mengikuti Apel Nusantara Bersatu. Apel bertajuk “Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama: Bhinneka Tunggal Ika” kian meriah ketika Naga Doreng Yonarhanudse 15 Kodam IV/Diponegoro unjuk gigi kesenian barongsai dan liong di hadapan peserta apel.

Diiringi alunan Padamu Negeri yang khidmat, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Walikota Semarang Hendrar Prihadi SE MM, Habib Luthfi dan para ulama, musikus Iwan Fals, serta seluruh elemen masyarakat yang hadir di Lapangan Pancasila serentak menyimpulkan ikatan merah putih di kepala sebagai tanda kecintaan mereka terhadap NKRI. Semangat kebhinnekaan mereka semakin berkobar ketika Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan orasi kebangsaan.

TRENDING :  Ojek Online Dilarang, Pengojek Pangkalan Bersyukur.

“Republik ini lahir karena banyak bidan yang melahirkan. Ada rakyat, ada tentara, ada polisi, ada pejuang tanpa nama, ada para ulama. Semua melahirkan republik ini. Tidak kita biarkan siapa pun merobek-robek (negeri ini). Tidak kita biarkan siapa pun mencederai republik ini. Kita menyayangi keluarga kita. Keluarga Indonesia,” ujarnya lantang.

Ganjar menyatakan senang karena tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat memegang teguh komitmen untuk memelihara semangat kebhinnekaan. Dia berpesan agar harmonisme berkebangsaan tersebut tidak mudah goyah karena pelanggaran hukum yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu.

TRENDING :  Banyak Metode Komunikasi Dengan Pejabat, Kecenderungan Masyarakat Lebih Suka Tatap Muka

“Hari ini kita senang semua ulama berkumpul, tokoh masyarakat berkumpul. Mereka mengatakan, begini lho merawat NKRI. Tapi kalau ada yang melanggar hukum, tindak tegas. Janganlah sampai itu mengganggu ke-Indonesiaan. Kita menghormati proses demokrasi. Kita bisa berdialog,” pesan gubernur.

Usai menyampaikan orasi di Lapangan Pancasila, Gubernur Ganjar Pranowo menghadiri Dies Natalis Ke-60 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Di lokasi tersebut, Ganjar pun membakar semangat kebhinnekaan para civitas akademika.

TRENDING :  LOKAKARYA MINI LINTAS SEKTORAL DALAM RANGKA AKREDITASI

Ganjar menegaskan, perguruan tinggi turut berperan untuk mempertahankan eksistensi NKRI. Melalui berbagai riset ilmu pengetahuan, civitas akademika ditantang untuk membantu menuntaskan persoalan bangsa. Seperti menipisnya ketersediaan energi, pangan, dan air.

“Ketika akademisi perguruan tinggi banyak riset, maka hasilnya sebenarnya adalah produk yang bermanfaat untuk umat. Bagaimanabusinessman bisa menangkap ini untuk dijadikan industrialisasi. Saya percaya betul kemampuan anak bangsa. Kita mampu menyelesaikan persoalan ini. Selamat ulang tahun UKSW, selamat mengabdi untuk bangsa,” pungkas orang nomor satu di Jawa Tengah itu mantap. (HJT)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post