Aransemen Musik Ndeso di Wates, Berhasil Pukau Ratusan Penonton

oleh
Aransemen Musik Ndeso di Wates, Berhasil Pukau Ribuan Penonton
Foto: Peserta Aransemen Musik Ndeso yang tengah memukau penonton dengan penampilannya yang unik dan menarik, Senin (06-08-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM – Berbalut pakaian dengan nuansa klasik, anak-anak Desa Wates ini menyanyikan lagu-lagu religi dan tempo dulu seperti lir-ilir, prahu layar dan tembang mocopat. Tak hanya itu, alat musik yang mengiringinya pun terbilang unik dan menarik. Tabuhan ember, panci dan pralon bekas mengalun indah mengiringi suara merdu anak-anak tersebut.

Meski dikemas sederhana, nyatanya kegiatan Aransemen Musik Ndeso di Desa Wates ini mampu menarik ratusan penonton. Sejak pukul 20.00 WIB area panggung telah dipadati oleh pengunjung, yang didominasi dari kalangan anak-anak.

Gelak tawa dan pujian penonton akan aksi anak-anak dalam mengaransemen musik tempo dulu, kian menyemarakkan suasana pagelaran malam itu. Diakui maupun tidak, acara sederhana ini nyatanya mampu membangkitkan gairah anak-anak millenial akan musik tempo dulu. Dengan kata lain, sebenarnya minat anak-anak akan musik tempo dulu cukup tinggi. Hanya saja selama ini, mereka tidak memiliki banyak wadah untuk mengeksplorasi hal itu.

TRENDING :  Pekan Seni Pelajar Sebagai Ajang Pelestarian Seni dan Budaya

Sekertaris Desa Wates, Noor Suhud, mengatakan lomba Aransemen Musik Ndeso ini merupakan bagian dari rangkaian festival budaya Munjung Wong Tuwo yang ada di desanya. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pihaknya memang senaja mengisinya dengan kegiatan bernuansa klasik khas tempo dulu.

TRENDING :  Soal Regruping SDN 1 Bacin Kudus Wali Murid Sempat Ajukan Keberatan
Aransemen Musik Ndeso di Wates, Berhasil Pukau Ribuan Penonton
Foto: Peserta Aransemen Musik Ndeso yang tengah memukau penonton dengan penampilannya yang unik dan menarik, Senin (06-08-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM).

“Kami berharap budaya Munjung Wong Tuwo menjadi pagelaran yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Dari anak-anak usia dini, anak sekolah, dewasa hingga lansia. Untuk itu, festival budaya ini kami isi dengan kegiatan yang sederhana, edukatif dan dapat dinikmati semua kalangan,” jelasnya saat ditemui isknews.com pada Senin (06-08-2018).

Imbuhnya, “Dari tahun ke tahun, kami memang selalu mengusung tema tempo dulu. Tujuannya, untuk mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta pada generasi millenial akan tradisi, dolanan dan kearifan tempo dulu.”

Untuk kegiatan lomba Aransemen Musik Ndeso, Noor Suhud mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 15 kelompok, yang merupakan perwakilan dari masing-masing RT di desanya. Dalam satu kelompok terdiri dari enam anak yang terdiri dari penyanyi dan pengiring musik.

Melihat antuiasme tinggi dari masyarakat akan acara yang digelarnya, Sekertaris Desa Wates tersebut mengaku sangat bahagia. Ia berpesan agar masyarakat tidak melewatkan kegiatan-kegiatan selanjutnya.

TRENDING :  ​Warga Tanjungrejo Deklarasikan Perang Melawan Narkoba dan Paham Radikal

“Pada hari selasa akan ada lomba bakiak bathok dan gelar busana tempo dulu. Rabunya ada lomba K3 dan parade band, serta masih banyak kegiatan lain hingga puncaknya acara kirab budaya munjung wong tuwo pada hari minggu,” tukasnya. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :