Ari Junaidi, Kendarai Sepeda Motor Keliling Indonesia

Ari Junaidi, Kendarai Sepeda Motor Keliling Indonesia

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Ari Junaidi (48) adalah salah satu dari sekian banyak orang yang melakukan perjalanan jauh untuk mengelilingi Indonesia. Menggunakan sepeda motor matic, keluaran tahun 2011 ini, Pria asal Bandung Jawa Barat ini memulai perjalanannya pada awal Januari 2017 lalu, bertekat mengelilingi Indonesia. Tentunya dengan pertimbangan segala resiko yang akan dialami.

Dari kota tempat tinggalnya di Jawa Barat, Ari mengawali perjalanan menuju Lampung di kepulauan Sumatra. Yang juga merupakan tanah kelahirannya. Itu menjadi salah satu alasan bagi dirinya untuk mengawali Touring seorang diri. Mulai dari lampung, dilanjut Bengkulu, Padang, Medan, Aceh, Riau, Jambi, Bangka, berakhir di Palembang.

Dari kepulauan Sumatra, Ari menyebrang menuju kepulauan Kalimatan. Di situ dirinya mengawali menginjakkan kaki di Kalimantan Barat, kemudian kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan terakhir berkeliling di Kalimantan Utara.

Selama di Kalimantan, Ari mengaku tidak menemukan keunikan lagi. Seperti masa Orde Baru dahulu. Pada zaman itu, banyak keunikan yang bisa ditemui, suasana mistispun tidak sekuat pada saat itu. “Kalau sekarang, suku Dayak sudah maju. Hutan-hutan sudah terang tak lagi gelap,” tuturnya kepada isknews.com, Selasa (6/5/2017), saat singgah di Kantor Kecamatan Kedungtuban untuk meminta setempel dan tanda tangan Camat setempat.

TRENDING :  Peringati May Day, Ratusan Buruh Turun Ke Jalan
Foto: Ari saat hendak melanjutkan perjalanan dari Kantor Kecamatan Kedungntuban menuju Semarang.(Dok.Isknews.com)

Di lihat dari Kalimantan, menurutnya, saat ini Indonesia sudah mulai maju. Namun, jarak tempuh antar Kecamatan, masih membutuhkan waktu cukup lama. Butuh waktu sehari semalam untuk perjalanan dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Sehingga dirinya harus mengukur kemampuan bahan bakar Kendaraan bermotornya selama dalam perjalanan. Maklum, 1 liter BBM hanya bisa menempuh 20 km perjalanan. “Jadi saya harus bawa persediaan bahan bakar untuk sampai pada tempat tujuan,” ujarnya.

Selama dipedalaman Kalimantan, dirinya juga harus ekstra hati-hati dalam mencari bahan bakar. Karena BBM yang dijual eceran kadang dicampur dengan air kali. “Jadi mereka pakai air kali yang mirip dengan bensin, saat diisi motor jadi macet. Saat karbulatornya dibuka, ternyata isinya air,” ceritanya. Saat membeli BBM di SPBU, ari mengaku kesulitan untuk membeli BBM menggunakan tangki cadangan. Sehingga dirinya harus meminta tolong petugas, supaya bisa membelinya. “Karena disana sendiri tidak boleh membeli BBM menggunkan tangki cadangan (Jerigen),” tambahnya.

Ari mengaku tidak terlalu terburu-buru untuk mencapai tujuan. Dia menikmati sepanjang jalan yang dia lalui. Sesekali dirinya mengambil foto gapura perbatasan serta tempat-tempat wisata yang kebetulan dia singgahi. Tidak sulit bagi dirinya untuk menemukan tempat tujuannya. Berbekal GPS ditangan, semua tempat muda dia temukan. “Kadang pas ada orang yang menerobos lampu merah saya foto,” katanya sambil tersenyum tipis.

TRENDING :  PNS Blora Aman Gunakan LPG 3 kg

Dirinya mengaku, semua foto dokumentasi dan cerita selama perjalanan dia simpan rapi dalam komputer jinjingnya. Meskipun punya akun Facebook, dirinya mengaku enggan untuk mengunggah semua moment saat perjalanannya. “Nanti kalau Touring saya sudah selesai, baru akan di buka,” jelasnya.

Cukup lama Ari mengelilingi Pulau Sumatra dan Kalimantan. Dia tempuh dalam waktu 5 bulan perjalanan. Puas berkeliling di dua pulau tersebut, dirinya langsung menyeberang ke Pulau Jawa. “Baru dua minggu ini saya masuk pulau Jawa melalui pelabuhan Surabaya,” ujarnya.

Mengetahui, surat kendaraanya akan habis masa berlakunya, dia berinisiatif untuk memperpanjang surat tersebut di Kabupaten Gresik. Namun, di sana Ari kurang beruntung. Meskipun melayani Online, perpanjangan surat kendaraan secara online itu hanya berlaku bagi kendaraan dalam provinsi.

“Ini rencana saya mau lanjutkan perjalanan menuju Semarang. Setelah itu langsung ke Jawa Barat, untuk perpanjang surat. Mungkin nanti di Cirebon yang terdekat. Setelah itu langsung melanjutkan perjalanan,” ungkap Pria 3 anak dan punya 2 cucu ini. Dia berencana untuk menyeberang ke pulau Bali, Lombok, Sulawesi hingga nanti berakhir di Irian Jaya.

TRENDING :  Kali Pertama, Blora Peroleh Penghargaan Kota Layak Anak

Bekal perjalanannya cukup lengkap. Seperti tenda, tikar komputer jinjing, Wifi Stelit, dan GPS. Semua sudah dia persiapkan. Untuk kebutuhan memasak, dia tidak perlu bingung. Dia menggunakan peralatan masak elektrik. Cukup di tancapkan pada alat inverter (pengubah arus dari AC ke DC) siap untuk menyeduh kopi atau mie instan.

Saat ditanya, apakah keluarga tidak merasa keberatan dengan aktivitasnya itu, dia mengaku bahwa keluarga tidak mempersoalkannya. Karena menurut dia, sejak dia masih SMP sudah sering melakukan perjalanan jauh. Bahkan saat masih berpacaran dengan Istrinya dulu, dia sering melakukan Touring. “Ini sudah kesepakatan kami sebelum kami menikah. Kalau aktivitas saya jangan dilarang,” ungkap pria yang mengaku lulusan sarjana Pariwisata di Bandung tersebut.

Dia mengaku, perjalanannya keliling Indonesia itu tidak ada misi apapun. Dia hanya ingin jelajah Nusantara dan menikmati wisata Indonesia. “Ini murni Touring tidak ada misi apapun,” pungkasnya. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post