Arif: Berharap Pemimpin Terpilih Perhatikan Kaum Difabel

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Penyandang Disabilitas Kudus berharap sosok pemimpin yang baru nanti, (baik Gubernur maupun Bupati) supaya mempedulikan kaum difabel.

Hal itu dikatakan Muhammad Arif, salah satu diantara penyandang disablitas di Kudus, kepada isknews.com Rabu (27/6/2018) usai dari tempat pemilihan suara Desa Krandon, Kecamatan Kota, Kudus.

Pemuda asal Desa Krandon RT 5 RW 1, Kecamatan Kota, Kudus, itu sengaja meliburkan diri dari aktivitas kerjanya (loper koran,- Red) demi menyuarakan hak pilihnya.

TRENDING :  Tunas Persilo Bombardir Phitech FC Setengan Lusin Gol

Dia mewakili kalangan disabilitas di Kudus, maupun di negara ini, berharap ada perhatian dari pemerintah. Pasalnya, selama ini nasib kaum disabilitas belum tersentuh sepenuhnya. “Kami benar-benar berharap agar pemimpin yang baru nantinya membuat kartu difabel mandiri,” ujarnya

Adapun kegunaan dari kartu itu, lanjut Arif, para difabel bisa mendapatkan kemudahan dalam berbagai urusan. Seperti halnya kemudahan mengurus administrasi kependudukan maupun bantuan, dan lainnya.

“Aku ingin supaya kartu itu dapat terealisasikan ke bupati yang akan terpilih ini, Supaya difabel dapat terdata dan biar dpt bantuan seperti bantuan langsung tunai (BLT), program keluarga harapan (PKH), untuk dapat dibuat modal usaha yang nantinya bisa mandiri,” harapnya.

TRENDING :  Menuju Festival Ampyang Maulid, Ayo Ramaikan Panggung Seni dan Loram Expo

Ia mencontohkan, Meskipun kaum difabel yang belum bisa keluar rumah kan ya dapat jualan pulsa, dan usaha mandiri lainnya. “Tentunya dengan modal awal bantuan tersebut,” imbuhnya.

Dikatakan Arif, “Aku pernah mengalami sekitar 10 tahun di rumah juga tak ada sentuhan dari pemerintah ataupun desa setempat yang memberi bantuan, juga tidak dapat kartu pemilih, meskipun umurku sdh memenuhi syarat juga,” curhatnya.

TRENDING :  Peringati Tahun Baru Islam, Warga Dukuh Goleng Gelar Kirab Gunungan Hasil Bumi

Jadi intinya kaum difabel ingin pemimpin Bupati ataupun Gubernur nya merealisasikan program-program yang pro difabel untuk kalangan bawah khususnya, “Ma’af, aku bilang gini karena memang nasib kita ini masih jauh dari perhatian pemerintah, Karena kami difabel semua ingin menginginkan keadilan mas sesama rakyat jelata,” tutupnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :