Art Rebellion Kudus, Para Pemberontak Itu Ternyata Miliki Bakat Menggambar

oleh

Kudus, isknews.com – Kita pasti sering membaca komik. Baik di majalah, koran atau pun dengan membelinya. Banyak orang yang memandang komik sebagai suatu karya picisan. Tapi para penggemar komik nampaknya tak begitu ambil pusing mengenai hal itu. Karena dalam komik, cerita dapat menjadi prioritas kedua setelah gambar, meski beberapa ada yang memandang sebaliknya.

Tapi kita tidak akan membahas tentang komiknya, kita akan membahas orang-orang kreatif yang gemar menggambar dan membentuk komunitasnya, karena kini target mereka bukan lagi skedar menjadi komikus, trend trend popular art menjadikan mereka banyak berkreasi dalam berbagai media dan bentuk meski dengan tetap berbasis “Gambar”.

Itulah Komunitas Art Rebellion Kudus (ARK) sebuah komunitas yang didirikan oleh Aji Prasetyo enam tahun yang lalu, kumpulan anak muda yang berhimpun karena memiliki kesenangan yang sama, hobi yang sama yaitu menggambar.

TRENDING :  Tasyakuran 3 Tahun Remaja Pondok Rejo Wergu Wetan Kudus

Meski namanya Rebellion mereka ini adalah para “pemberontak” yang menghasilkan karya positif, ” Dulu orang tua kami sangat khawatir dengan hobi kami yang menurutnya aneh dan tak berguna, itulah makanya kami ini menyebut diri kami para pemberontak,” ujar Dans Anugrah yang kali itu menjadi juru bicara komunitas gambar tersebut.

Ditemui usai acara Car free day, komunitas ini sedang melakukan Kopdar di Alun-alun simpangtujuh dan tampak sedang menggambar bersama beberapa anggota ARK yang lain. Minggu (03/12/17).

” Kita ini beraktifitas positif tiak seperti apa yang dikhawatirkan orang tua, kami suka gambar dengan media digital maupun tradi ( tradisional-red) sehingga tidak hanya berformat gambar baik 2d maupun 3d namun juga doodle art atau seni gambar yang lain seperti mural,” katanya.

TRENDING :  Gowes Asik SSBC Blusukan Jepara Gang to Gang

ARK yang terbentuk sejak 2011 dengan anggota di sosmed sekitar 300 tapi yang sering kopdar sekitra 50 orang dan kopi darat mereka bisanya banyak dilakukan di Taman Gondang Manis.

Setiap kali gathering mereka lakukan share info ataupun knowledge terkait teknik seni visual, anggotanya pun beragam dan dari berbagai kalangan, baik itu pelajar, pekerja ataupun mahasiswa.

” Tidak ada syarat tertentu agar bisa join dengan komunitas ini, cukup punya ketertarikan dan kesungguhan belajar saja, atau gabung di group facebook kami ARK LEGION (Art Rebellion Kudus),” ujar Dans.

ARK adalah suatu komunitas yang mampu menampung semua masyarakat yang memiliki ketertarikan akan sebuah kesenian. Untuk sekarang ini, kami masih menampung anggota dari kota kudus dan sekitarnya.

TRENDING :  KPK Terbitkan Antologi Puisi ‘Bayang-bayang Menara’ di UMK

Karya dari beberapa anggota komunitas ini bahkan sudah go international, Seorang anggota bahkan pernah memenangkan pertandingan silent manga yang diselenggarakan oleh Jepang dengan peserta dari seluruh dunia.

Beberapa karya anggota lain juga dijual melalui sosial media, Erwin misalnya adalah anggota ARK yang karyanya sudah sampai macanegara dan sudah menghasilkan komik atau anime, meski sekarang sudah berkembang dalam berbagai aliran dan style.

” Ada juga yang menjadi freelance di deviantart, ada yang dijual ke design game di luar negeri, made by order juga.Untuk karakter game sendiri yang dijual di luar negeri masih dalam skala kecil, laiknya game indie,” tambah Dans yang juga jago scetche ini. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :