Arus Liburan Tahun Baru, Polres Kudus Gelar Tes Urine Dan Periksa Kelayakan Bus

oleh
Arus liburan tahun baru Polres Kudus dan Dimas Perhubungan gelar Tes Urine bagi para pengemudi Bus serta periksa kelayakan kendaraan (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dalam rangka momen liburan Natal dan tahun baru 2019 yang akan menjelang ini, sejumlah Bus yang melintasi terminal Induk Jati Kudus, siang tadi di berhentikan oleh petugas gabungan dari Polres dan Dinas Perhubungan Kudus  untuk dilakukan pemeriksaan terhadap awak dan kendaraan yang di kemudikannya.

Terhadap awak Bus Polisi menggelar tes urine kepada sopir bus kota dalam propinsi (AKDP) dan untuk kendaraanya sejumlah petugas Dinas Perhubungan memeriksa kelayakan kendaraan.

“Semua ini kami lakukan untuk menjamin kelancaran angkutan liburan Natal dan Tahun baru, agar penumpang selamat sampai tujuan,” ujar Iptu Upoyo, KBO Lantas Polres Kudus.

Di tempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Kudus, AKP Sukadi , Tes urine dilakukan terhadap sopir bus AKDP di Terminal Induk Jati Kudus, untuk mengetahui apakah para sopir ini mengemudikan kendaraannya dibawah pengaruh obat-obatan terlarang atau tidak?

TRENDING :  Tak Ingin Kecolongan Petasan Yang Terbuat Dari Al-Qur'an, Jajaran Polres Kudus Gelar Razia Serentak

“Kami tim gabungan melakukan tes urine ini dengan tujuan sebagai kontrol terkait masalah sopir yang akan melakukan tugasnya pada musim liburan ini,” ujar Kasat Narkoba.

Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan dokkes Polres Kudus dengan uji Narkoba Tes multi 6 parameter orien yang dapat mendeteksi obat terlarang  amphetamine, sabu, inex, ekstasi, crank, methamphetamine, mariyuana , ganja,
pil koplo,Nipam, mogadon, obat tidur, Rohypnol dan lain lain.

AKP Sukadi mengatakan, pihaknya tidak mau para sopir ada di bawah kendali narkoba. Karena itu salah satu langkahnya adalah melakukan tes urine kepada para sopir tersebut.

“Tentu saja agar para sopir ini bisa membawa penumpang dengan nyaman dan selamat sampai tujuan, dan para pengusaha dan penumpang saya yakin juga senang, karena mengetahui para sopir bebas dari pengaruh obat terlarang,” katanya..

TRENDING :  Menikmati Piknik, Wisatawan Tewas Tenggelam

Tes urine dilakukan di terminal kedatangan. Sopir yang busnya datang, langsung disuruh turun untuk kemudian menjalani tes urine.

Para sopir ini diberi sebuah wadah untuk menampung urinenya. Urine ini kemudian dilakukan tes menggunakan alat tes yang dengan cepat bisa mendeteksi apakah urine seseorang mengandung narkoba atau tidak.

“Ada sekitar 12 orang sopir yang sudah kami tes. Untuk sementara tak ada yang positif mengandung narkoba. Kegiatan ini akan rutin kami lakukan,” tandasnya.

Muhdi,  salah satu sopir Bus Indonesia, menyambut baik kegiatan ini. Kegiatan tes urine sangat penting untuk mendeteksi sopir nakal yang mungkin saja menjadi pengguna narkoba.

“Sangat positif bagi sopir. Karena apa, karena sopir ini membawa banyak penumpang. Bahaya kalau sopirnya ada yang makai narkoba,” ujar Muhdi.

Muhdi pernah mendengar bahwa ada sopir yang menggunakan narkoba sebagai doping agar kuat nyopir. Tetapi itu didengarnya untuk sopir antar kota antar propinsi. Muhdi sendiri mengaku tak pernah melihat, apalagi mengonsumsi narkoba.

TRENDING :  Warga Kudus Diminta Tetap Jaga Keharmonisan dan Toleransi

“Agar tak capek atau ngantuk, saya maksimalkan istirahat kalau sudah sampai terminal. Atau saya minum air putih dan snack biar nggak ngantuk,” tandas Muhdi.

Sementara Kabid Lalu-lintas dan Angkutan Jalan Raya Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, P:utut Sri Kuncoro, yang siang itu juga berada di lapangan menjelaskan, sementara sang sopir di periksa urine nya, pihaknya memeriksa kelaikan jalan atas bus-bus yang dibawa para sopir tersebut.

“Tadi ada beberapa bus yang sudah saya perintahkan untuk mengganti ban belakangnya, karena dari hasil pemeriksaan petugasnya, ban tersebut sudah dinyatakan kurang layak dan bisa membahayakan bagi kendaraan, penumpang dan para pengguna jalan yang lain,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :