Asal Usul Desa Kandangmas

oleh
Gapura Selamat Datang Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (10-07-2018). (Nila Nisawatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Desa Kandangmas yang terletak di lereng gunung muria ini merupakan salah satu centra pertanian tebu dan kencur di Kabupaten Kudus. Tak hanya terkenal dengan hasil pertaniannya, desa ini juga dikenal dengan kisahnya yang melegenda.

Kisah yang populer di masyarakat Kudus adalah kisah percintaan Putri Sunan Muria, Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku. Selain itu, berdasarkan kisah yang beredar di masyarakat dahulu di desa ini kerap ditemukan perhiasan emas. Sehingga desa tersebut dinamakan Kandangmas. Benarkah demikian?

TRENDING :  Kisah Panjang Asal Usul Desa Karangrowo

Kepala Desa Kadangmas, Shofwan, menceritakan dahulu belum ada Desa Kandangmas. Daerah tersebut merupakan dua buah desa yang bernama Sekandang dan Masin Semalam.

“Desa Sekandang terdiri dari dua dusun yakni Ngreguling dan Sintru. Sedangkan Desa Masin terdiri dari dua dusun yaitu Masin dan Sudo,” ucapnya pada Selasa, (10-07-2018).

Pada tahun 1939, Kepala Desa Masin purna tugas atau meinggal hingga daerah tersebut tidak memiliki pemimpin. Astro Wijoyo Surat yang kala itu menjabat sebagai Kepala Desa Sekandang, akhirnya mencalonkan diri menjadi pemimpin di Desa Masin.

TRENDING :  Padepokan Joyo Binangun, Peninggalan Sunan Muria di Bareng Gunung

Lanjut Sofwan, hal tersebut kemudian di apresiasi oleh warga Desa Masin. Dan akhirnya kedua Desa ini digabung menjadi satu Desa yang bernama Kandangmas. Kata kandangmas diambilkan dari kata “Kandang dari nama Desa Sekandang” dan “Mas dari nama Desa Masin”.

“Dari kejadian itu, Desa Masin dan Sekandang kini dikenal dengan nama Kandangmas,” ujarnya.

Terkait kisah yang menyebutkan bahwa Desa Kandangmas banyak ditemukan perhiasan emas. Sofwan pun membenarkan hal tersebut. Masih terekam jelas di ingatannya, bahwa dahulu pada tahun 1980-an di sebelah selatan Desa Kandangmas banyak ditemukan perhiasan emas.

TRENDING :  Asal Usul Masjid Jami’ Golantepus

“Dahulu di persawahan di sebelah selatan Desa digunakan sebagai ladang tabu oleh Pabrik Gula Rendeng. Dari beberpa warga yang menggarap ladang tersebut ada yang menemukan perhiasan berupa kalung, gelang dan cincin emas,” ungkapnya.

Imbuhnya, “Perhiasan tersebut ada yang ditemukan secara utuh maupun sebagian. Akan tetapi, berjalannya waktu. Kini tidak ada lagi warga yang menemukan perhiasan emas di tempat tersebut.” (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :