Asal Usul Dukuh Barankiringan, Samirejo

by
ISKNEWS.COM
Foto: Masjid Jami' Manarul Huda, di Dukuh Barankiringan, Desa Samirejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jumat (27-04-2018). (Istimewa/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Di balik kemegahan bangunan Masjid Jami’ Manarul Huda yang ada di Dukuh Baran Kiringan, Desa Samirejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus ini tidak terlepas dari peran Kyai Udan Panas yang menjadi tokoh cikal bakal daerah tersebut.

Menelisik lebih dalam sosok Kyai Abdullah ‘Asyi bin Abdisyakur atau yang lebih dikenal dengan nama Kyai Udan Panas ini, dipercaya sebagai tokoh cikal bakal daerah Baran. Dia adalah orang pertama yang melakukan babat alas dan mensyiarkan agama Islam di daerah tersebut. Dahulu, daerah Baran dan kiringan merupakan dua daerah yang berbeda. Daerah Baran ada terlebih dahulu, lalu baru diikuti munculnya daerah Kiringan.

Kyai Udan Panas dikenak sebagai sosok yang tanpa kenal lelah, terik matahari dan derasnya guyuran air hujan, seperti tidak dihiraukannya. Dirinya tetap saja berjuang melakukan dakwah Islam di daerah Baran. Besarnya perjuangan Kyai Abdullah ‘Asiq bin Abdisyakur tersebut, menjadikannya mendapat julukan Kyai Udan Panas oleh masyarakat.

TRENDING :  Kelola DD 1,8 Milyar, Pemdes Pucakwangi Preoritaskan Infrastruktur Rabat Beton.

Tak jauh dari dukuh Baran, dahulu ada sebuah daerah yang bernama Kecepak. Pada waktu itu, daerah Kecepak dikenal sebagai daerah yang damai dan tentram. Akan tetapi suasana tersebut berubah setelah kedatangan orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

TRENDING :  Tak Disangka, Rumah Adat Kudus dapat Disulap Jadi Kantor Kelurahan

KOMENTAR SEDULUR ISK :