Asal Usul Tradisi Bulusan

by
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Setiap daerah pasti memiliki cara yang berbeda-beda dalam merayakan tradisi kupatan. Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo merupakan salah satu daerah yang memiliki budaya kupatan yang cukup unik, yang diberinama kupatan bulusan.

Pada tahun ini, acara kupatan bulusan guling lebih menarik. Tidak hanya menyelenggarakan festival kirab sewu kupat dan lepet. Pada tahun ini juga dimeriahkan dengan lomba rebana se-Kabupaten Kudus, lomba gunungan, memberi makan bulus dan pentas drama bulusan.

Menurut Sudasih, Juru Kunci Petilasan Mbah Dudo, tradisi kupatan bulusan ini, konon berasal dari Sunan Muria yang menjadi salah satu Walisongo yang mensyiarkan agama Islam di Kabupaten Kudus. Kisahnya bermula dari Mbah Dudo, salah satu ulama yang menyebarkan agama Islam di lereng Gunung Muria, yang kini dikenal dengan nama Dukuh Sumber.

Bersama muridnya yang kedua Umara dan Umari, Mbah Dudo yang tinggal di daerah yang sederhana. Mereka menggantungkan dari hasil pertanian. Umara dan Umari adalah orang yang rajin dan tekun dalam menggarap sawah.

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Upacara Penutupan TMMD Reguler Ke-98 TA.2017, Hadirkan Musik Melayu Guna Hibur Masyarakat Setempat