ASN Kudus Dengan TPP Tertinggi Tak Layak Konsumsi Gas Melon

by
isknews

Kudus, isknews.com – Kelangkaan yang terjadi pada gas elpiji 3 kilogram sekarang ini, termasuk di Kabupaten Kudus, diduga dalam penjualan ke konsumen tidak sesuai peruntukannya. Gas Elpiji 3 kilogram diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga, karena bersubsidi.

Namun kenyataanya tidak sedikit pengusaha seperti warung makan, restoran dan perusahaan makanan serta peternakan yang menggunakannya. Akibatnya terjadi kelangkaan gas tiga kilogram atau yang akrab disebut sebagai gas  melon itu di pasaran.

Di tingkat pengecer harga gas sudah jauh melebihi harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus yaitu sbesar Rp 18.500 per gas melon, hal itu terjadi karena tingginya permintaan di pasar.

TRENDING :  INILAH 2 PERUSDA KUDUS YANG MERUGI

Hal itu seperti disampaikan oleh Joko Santosa, pengurus Himpunan Wiraswastawan Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Kabupaten Kudus, saat dihubungi isknews.com, Sabtu (18/09), di ruang kerjanya.

Menurut dia, penjualan yang tidak sesuai peruntukannya itu, diduga dilakukan oleh agen, baik melalui sub agen atau langsung ke konsumen. Khusus gas melon ukuran 3 kg yang seharusnya dijual ke konsumen rumah tangga, namun diduga dijual juga ke konsumen industri atau pengusaha. Hal itu juga dilakukan oleh sejumlah pengecer.

KOMENTAR SEDULUR ISK :