Mewakili Jawa Tengah, Asnawi Pelajar SMP 1 Kaliwungu Berkesempatan Ikuti Program Pelajar Sabang Merauke

15-pelajar-jadi-duta-toleransi-sabangmerauke-VqDg5JT5QM

Kudus, isknews.com – Sabang Merauke adalah program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia, dengan tujuan membuka cakrawala anak-anak Indonesia untuk memahami pentingnya pendidikan bagi masa depan mereka dan menanamkan nilai ke-bhinneka-an, sehingga mereka dapat memahami, menghargai, menanamkan semangat toleransi, pendisikan, dan keIndonesiaan, serta menerima keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Dari 1137 Pendaftar se Indonesia, Asnawi (14) siswa yang masih duduk dikelas IX SMP 1 Kaliwungu ini lolos babak penyisihan dan masuk 15 pelajar Duta Toleransi Sabang Merauke melalui seleksi ketat dari berkas, yang di dalamnya mencakup data diri dan esai.

Pelajar Asli desa Karangturi bernama lengkap Iseh Muhammad Asnawi ini bersama Guru pembimbingnya saat ditemui isknews.com “dia bercerita banyak mengenai pengalamannya di Jakarta selama 3 Minggu dari 5 Agustus 2016 lalu, dia mengatakan,” bahwa saya diajak ke kantor kemendikbud, disana bersama teman teman kita diajarkan menari, menyanyi, bermain musik, dan intinya mereka sama sama saling belajar,”imbuhnya. lanjut asnawi, Bersama 15 pelajar, Kakak Sabang Merauke (KSM) kita juga diajak ke kuil, gereja katedral dan Masjid istiqlal. dan selanjutnya juga ke Pabrik Produksi Motor Yamaha. diajak ke Universitas di daerah BSD tangerang tentang diajari cara membuat email dan teknologi inormasi, juga di ajak ke Universitas Indonesia.

Baca Juga :  H. Musthofa: Jadilah Pemuda Penguasa Dunia

Pengalaman selama di Jakarta, Bertemu dengan orang orang yang sangat menginspirasi saya, ke Tempat tempat Ibadah, ketemu pak ahok di Balai kota Jakarta, Anis Baswedan, bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik pak? ahok menjawab jangan memihak dan jangan terima suap. itulah
Hal yang paling berkesan” Tandasnya sambil tertawa.

Selama 3 minggu di jakarta putera ke empat dari lima bersaudara ini juga tinggal bersama serumah dengan Pak aldrin yang beragama kristiani, yang juga masih keturunan suku batak. dan selama 3 minggu dari jam 06.00 pagi sampai 16.00 sore Asnawi bersama 14 pelajar dan Kakak Sabang Merauke (KSM) dari daerah lain di Indonesia diajak mengikuti program sabang merauke.

Keduanya pun sangat merasakan adanya perbedaan. Namun perbedaan tersebut tidak menjadi masalah justru sebaliknya, menjadikan Pak Aldrim dan Asnawi sama-sama belajar. mendapatkan 3 Materi, “Imbuhnya.an dan ke Indonesiaan.”

Asnawi sangat taat dan rajin beribadah. Sampai-sampai Pak Aldrim mencarikan kiblat di rumahnya untuk Asnawi. Pak Aldrim bangga dengan semangat Asnawi yang ingin meraih cita-citanya menjadi ustadz, dokter, dan ingin punya rumah sakit sendiri.

Baca Juga :  Meski Cuaca Kurang Mendukung, Antusias Anak-anak Untuk Laksanakan Manasik Haji Tetap Tinggi

Keduanya pun sangat merasakan adanya perbedaan. Namun perbedaan tersebut tidak menjadi masalah justru sebaliknya, menjadikan Pak Aldrim dan Asnawi sama-sama belajar. Asnawi bilang selama di Jakarta tinggal serumah dengan orang yang beragama dan suku yang berbeda, dia banyak belajar soal toleransi, pendidikan, dan ke-Indonesiaan.”Imbuhnya.

14202643_1430043123689585_3081647313283789268_n

Guru pembimbingnya Wiji Lestari juga menambahkan bahwa “Tujuan program ini supaya mereka belajar toleransi, pendidikan, dan ke-Indonesiaan. Sebab selama di Jakarta mereka tinggal di keluarga yang berbeda, baik suku, agama, dan budaya. Selain itu mereka juga melakukan kegiatan dengan teman yang berbeda,” sebutnya. Saat kembali diharapkan para peserta bisa menjadi duta perdamaian lantaran telah memahami konsep toleransi dengan sesama. Sehingga, wilayah Indonesia yang luas dan beragam bukan menjadi penghalang untuk persatuan. “Kami percaya bahwa toleransi itu harus dialami dan dirasakan,” imbuhnya

Selama di Jakarta, para pelajar tersebut mengikuti berbagai kegiatan menarik, seperti mengunjungi Kantor Garuda Indonesia sampai berinteraksi langsung dengan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, serta Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Baca Juga :  Membaca Peluang Usaha Limbah Kardus dan Kertas

Anak-anak dari sebuah daerah diajak untuk meluangkan waktu libur sekolah selama 2 minggu untuk tinggal di daerah lain. Selama masa pertukaran ini, anak-anak ini tinggal bersama keluarga angkat yang memiliki nilai-nilai yang luhur dan pencapaian penghidupan yang baik sehingga bisa menjadi panutan nyata dalam hidupnya.

Sebanyak 15 pelajar SMP yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara terpilih menjadi duta toleransi melalui program pertukaran pelajar Sabang Merauke (Seribu Anak Bangsa Merantau untuk Kembali) 2016. Selama tiga minggu, para peserta program mengikuti berbagai kegiatan menarik dan bertemu dengan tokoh-tokoh inspiratif di wilayah Jabodetabek.”Pungkasnya (AS)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?