“Ngaji Pasaran”, Tradisi Khas Pesantren Di Bulan Ramadhan

by

Kudus, isknews.com – Di bulan Ramadhan biasanya di Pondok Pesantren salaf atau mayoritas Pesantren NU di kabupaten Kudus mengadakan pengajian Ramadhan yang biasanya di sebut dengan ngaji pasaran.

Kenapa bisa dinamakan ngaji pasaran? Menurut Kyai Khidhir, pimpinan ponpes Al Qaumaniyah Jekulo kepada isknews.com menjabarkan, Ngaji pasaran atau dalam istilah Jawa Timuran dan sebagian Jawa Tengah disebut Ngaji “Pasanan” (berasal dari kata “pasa” yang artinya puasa) adalah tren bagi kalangan pesantren yakni “ngaji khusus bulan puasa”, dimana setelah puasanya selesai maka program ngaji ini pun ikut selesai.

Sistem pengajiannya tidak seperti pengajian pesantren yang pada umumnya, yang ada di ruangan kelas dan ada setoran hafalan,. Metode pembelajarannya seperti ngaji bandungan, dimana Romo Kyai atau ustadz yang mendapat mandat kyai membaca topik kajian kata per kata (kalimah), kemudian menjelaskannya (syarh). Para santri menyimak secara seksama makna dan syarh dari kalimah yang sedang diulas hingga memahami. Tidak ada tanya jawab dalam proses pengajian ini, tapi bukan berarti dilarang. Sebab Ngaji Pasaran biasanya penjelasannya singkat, cepat dan padat. Oleh karenanya ngaji jenis ini dikenal juga dengan istilah “Ngaji Kilatan”. Selain ba’da tarawih, ngaji pasaran juga dilangsungkan ba’ada shubuh, ba’da dzuhur, ba’da ashar, dan qubailal-maghrib (ngabuburit).

KOMENTAR SEDULUR ISK :