Autopsi Kematian Ibu Muda, Tim DVI Temukan Banyak Luka Pada Tubuh Korban

oleh

Kudus, isknews.com – Kawasan jalan di sekitar pemakaman TPU Gringsing Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu pagi tadi ramai oleh warga yang ingin menyaksikan proses penggalian kubur dan autopsi terhadap jenazah salah satu makam yang ada di tempat tersebut.

Namun akibat ketatnya pengamanan di sekitar makam oleh anggota Polres Kudus, sehingga warga hanya bisa menyaksikan dari kejauhan suasana penggalian makam yang sama sekali tak terlihat dari luar karena ditutup oleh tirai terpal warna biru.

Kudus, isknews.com –  Kawasan jalan di sekitar pemakaman TPU Gringsing Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu pagi tadi ramai oleh warga yang ingin menyaksikan proses penggalian kubur terhadap jenazah salah satu makam yang ada di tempat tersebut.

Namun akibat ketatnya pengamanan di sekitar makam oleh anggota Polres Kudus, sehingga warga hanya bisa menyaksikan dari kejauhan suasana penggalian makam yang di sama sekali tak terlihat karena ditutup dengan tirai terpal warna biru.

Makam yang sedang di gali dan jasadnya akan di autopsi itu adalah makam Dewi Murtosiyah (22) ibu muda yang baru saja melahirkan anak pertamanya dua pekan lalu.

Makam tersebut terpaksa di gali kembali untuk memeriksa dan memastikan penyebab kematian Dewi yang diduga akibat tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang di duga di lakukan oleh suaminya sendiri Sg (38) seorang buruh warga Desa Lambangan Gang 9 Kecamatan Undaan Kudus.

Garis polisi yang memagari makam saat Tim DVI Biddokkes Polda Jateng melaksanakan Autopsi Jenazah korban KDRT (Foto: YM)

Hal tersebut di sampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Kudus, AKP Rismanto usai dilakukan autopsi pada jasad korban, kepada awak media dia memjelaskan bahwa tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes  Polda Jawa Tengah di pimpin oleh AKBP dr Ratna Relawati, spesialis forensic dengan 4 dokter yang sedang mengambil spesialis forensik sedang melakkan pemeriksaan dan pengambilan sample organ korban untuk memastikan penyebab kematian korban.

TRENDING :  Sudah Kelewatan 3 Kotak Amal Digasak Maling Dalam Semalam

Menurutnya, korban diketahui meninggal pada  9 Febuari 2019 lalu, dan kemudian di makamkan di Desa Kedungdowo, tempat orangtua korban, namun pada saat memandikan jenazah sejumlah keluarga dan kerabat korban mendapati sejumlah luka lebam di bagian tubuh korban.

“Ditambah keterangan empat orang bidan desa di Undaan yang melihat sejumlah luka lebam di tubuh jasad korban, akhirnya keluargapun melaporkan kejadian tersebut kepada polisi empat hari setelah kematian korban,” terangnya di hadapan sejumlah awak media, Minggu (17/02/2019).

Awalnya, meninggalnya korban, oleh warga dianggap sebagai dampak akibat operasi cesar setelah korban melahirkan anak pertamanya. Warga tidak berpikir jauh, meski beberapa tetangga sempat mendengar terjadi pertengkaran sebelum korban meninggal.

“Sebagian besar warga berpikir positif terkait kematian korban yang baru saja melahirkan. Apalagi korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya di Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu Kudus untuk dimakamkan,” tutur Rismanto..

Sebelum korban meninggal Sabtu pagi, salah seorang tetangga mendengar orang berteriak minta tolong. Saksi pertama memberitahu ke tetangga lain, kemudian mendatangi rumah dan melihat korban sudah meninggal di ruang tengah.

Saat itu jenazah korban tertutup selendang di perutnya dan ditunggui suami bersama bayi yang baru dilahirkan. Beberapa saksi lain menyebut pada malam hari sebelum meninggal, korban dan suami terdengar sedang bertengkar.

“Namun mereka tidak berani menuduh itu sebagai penyebab kematian korban, karena keduanya memang seringkali terlihat bertengkar,” tambah dia.

TRENDING :  Miris! Anak Laporkan Ibu Kandung Ke Polisi

Karena masih memerlukan keterangan maka polisi memanggil suami korban untuk dimintai keterangan, awalnya Sg menolak mengakui dia telah melakukan pembunuhan.

“Tetapi dengan ditunjukkannya beberapa foto pada saat setelah korban meninggal, dan kami yakinkan apabila dirinya tidak mengakui maka makam akan kami bongkar dan di lihat bersama-sama, Saat itu juga suaminya menangis dan minta jangan bongkar makam istrinya dan mengakui semua perbuatannya,” ujarnya.

Diakuinya, bahwa sore sebelumnya telah terjadi cekcok hingga kepala korban terbentur tembok dan mengalami luka atau memar di sebelah kanan.

“Paginya pada pukul 05.00 WIB pada saat korban mau ke kamar mandi menurut keterangan suaminya korban didorong sampai terbentur kursi dadanya sehingga korban tak sadarkan diri,” ungkap Rismanto.

Karena panik suami mengambil selendang dan di ikatkan di bawah tangga, kemudian korban di tarik dan di sandarkan di samping tembok dengan selendang di lilitkan di leher.

“Pukul 06.00 pagi suaminya teriak-teriak minta tolong sehingga keluarga serta tetangga mendatangi rumah korban dan melihat kondisi korban yang sudah dalam keadaan meninggal dunia,” tambahnya.

Pukul 07.30 pihak keluarga suami korban menghubungi Bidan Puskesmas dan didatangi oleh empat orang Bidan, setelah dilakukan pemeriksaan luar korban dibawa ke Kedungdowo Kaliwungu tempat keluarga korban Dewi berasal untuk di makamkan di sana.

Tadinya, keluarga korban sempat hampir menarik aduannya kepada polisi, karena begitu mengetahui harus dilakukan penggalian makam dan harus di lakukan autopsy, keluarga membayangkan besarnya beaya yang akan di pikul oleh mereka.

TRENDING :  WADUK GUNUNG ROWO PATI JEBOL.

“Namun setelah kami yakinkan bahwa semua beaya akan di tanggung Negara, dan berkat bantuan kepala desa Kedungdowo yang membantu pemasangan tenda dan sebagainya, akhirnya keluarga mengijinkan jasad korban Dewi untuk di Autopsi,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan itu, Tim menemukan beberapa luka diantaranya memar di dada sebelah kanan yang luka memarnya cukup luas, kemudian di angota gerak atas akibat kekrasan benda tumpul, ada resapan darah di paru-paru kanan akibat kekerasan benda tumpul, juga ada resapan darah di kulit kepala sebelah kanan akibat pukulan benda tumpul.

” Untuk penyebab, hasil autopsi menunjukkan jika pada tubuh korban ditemukan trauma atau luka akibat  pukulan benda tumpul. Semua luka berada pada bagian sebelah kanan dan untuk pemeriksaan lebih lanjut, beberapa organ dalam korban dibawa ke laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kematian korban, Kira-kira satu pekan untuk mengetahui hasilnya,” ujar Rismanto.

Proses autopsi sendiri berjalan dari pukul 08.00 WIB dan selesai pukul 11.00 WIB. Untuk pelaku, yang juga suami korban langsung diamankan Polres Kudus dibantu Polsek Undaan.

Disinggung soal motif, Kasatreskrim menjelaskan, “ini murni masalah ekonomi, tak ada orang ke tiga, karena suami kalut akibat paska operasi Caesar sang istri, merasa jengkel karena sering disuruh-suruh mengurusi bayi dan mengganti popok serta hal-hal yang terkait dengan kebutuhan belanja rumah tangga.

“Tersangka kini sudah di tahan di Mapolres Kudus dan dijerat dengan pasal 44 ayat 3 Undang undang PKDRT dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, pembunuhan dilakukan secara spontan bukan pembunuhan berencana,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :