Awas 6 Traffic Light Ini Terpasang CCTV

Kudus, isknews.com – Ini imbauan bagi warga masyarakat Kabupaten Kudus, agar mematuhi peraturan lalu lintas, terutama pada saat berada di persimpangan yang ada traffic lightnya. Khususnya bagi pengguna kendaraan bermotor yang menerjang atau masih tetap berjalan saat lampu merah pada traffic light menyala. Pasalnya, meski tidak ada petugas satuan lalu lintas (satlantas), pelanggaran itu akan terekam kamera Cloce Circuit Television (CCTV) yang terpasang di persimpangan itu. Rekaman yang tertangkap oleh CCTV, dipantau langsung di ruang monitor di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus.

Kepala Dishub Kabupaten Kudus, Didik Sugiharto, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), Putut Dwi Kuncoro, yang dihubungi isknews.com, Selasa (10/1), membenarkan hal itu. Menurut dia, sekarang ini, di Kabupaten Kudus, ada enam persimpangan yang sudah dipasangi Close Circuit Television (CCTV), pertigaan jalan lingkar Ngembalrejo, Jalan Raya Kudus – Pati, Kecamatan Bae, perempatan jalan lingkar Jetak, Jalan Raya Kudus – Jepara (Kaliwungu), pertigaan jalan lingkar depan Terminal Bus Jati, perempatan Jember dan Simpang Tujuh (Kota), serta proliman Tugu A Yani, Jalan R Agil Kusumadia (Jati) Kudus. “Pemasangan kamera CCTV itu diletakkan tersembunyi, sehingga warga masyarakat, khususnnya pengguna kendaraan bermotor, tidak akan mengetahui kalau di area itu ada kamera CCTV.”

Dia menerangkan, pemilihan tempat pemasangan kamera CCTV, didahului survey dengan mendasarkan pada tingkat kepadatan arus lalu lintas di sejumlah persimpangan, serta yang rawan menimbulkan terjadinya penumpukan antrian kendaraan yang berpotensi pada kemacetan. Dengan adanya kamera CCTV, semua kejadian di atas akan mucul di layar LCD yang terpasang di ruang monitor yang ada di Kantor Dishub. “Tindak lanjut dari pemantauan di ruang monitor, jika di suatu persimpangan terjadi kemacetan atau antrian kendaraan di lampu merah, petugas LLAJ Dishub akan langsung turun ke lapangan, untuk mengatasi hingga arus lalu lintas bisa lancar.”

Baca Juga :  Lentog Tanjung belum mampu tembus pasaran luar daerah

Pemasangan kamera CCTV yang beroperasi selama 24 jam itu, sejauh ini fungsinya baru pada pemantuan arus lalu lintas, baru pada pemantauan kelancaran arus lalu lintas, belum sampai pada pengambilan tindakan hukum bagi pelanggar di traffic light. Tujuan utamanya, selain arus lalu lintas lancar dan aman, diharapkan bisa menekan angka pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Sedangkan di persimpangan yang belum terpasang kamera CCTV, Dishub juga menerjunkan sejumlah petugas, membantu petugas Sat lantas Polres, pada jam-jam sibuk warga masyarakat yang beraktivitas,” jelas Kabid LLAJ Dishub, saat menunjukkan pantuan arus lalu lintas di ruang monitor. (DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?