Awas! Jangan Kalap Makan Saat Lebaran, Waspadai Penyakit Ini

oleh
Perhatikan Hal Ini, Agar Tetap Sehat Selama Lebaran ISKNEWS.COM
Foto: Opor ayam yang menjadi makanan khas lebaran bagi masyarakat Jawa, Senin (11-6-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pada suasana Idul Fitri seperti ini, akan mudah sekali dijumpai berbagai macam makanan dan kudapan lezat di rumah sendiri maupun di rumah sanak saudara dan tetangga saat bersilaturrahim. Tak dipungkiri, menghidangkan makanan dan kudapan saat hari lebaran memang sudah menjadi sebuah tradisi di masyarakat.

Kondisi tersebut, kerap kali membuat orang menjadi kalap makan. Berbagai macam makanan dan kudapan yang tersaji di depan mata, dicoba satu persatu. Sadar atau tidak, pola makan seperti ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan atau penyakit.

Apalagi, sebagian makanan khas lebaran seperti opor, rendang dan sambal goreng ati merupakan makanan berlemak dan bersantan. Makanan ini tentu, mengandung kadar kolestrol yang tinggi.

Selain itu, saat lebaran cukup sulit menemukan makanan sehat berupa sayur-sayuran dan buah-buahan. Asupan yang tidak terjaga serta pola konsumsi yang kalap, tentu akan mempengaruhi kondisi tubuh setelah satu bulan berpuasa.

TRENDING :  Jelang Ramadan Stok Daging di Kudus Dipastikan Aman

“Saat lebaran tiba, kita tetap harus menjaga asupan dan pola makan. Utamanya pada penderita penyakit tertentu, seperti hipertensi dan diabetes,” kata dr. Budi Istriawan.

Dengan asupan dan pola makan yang tidak sehat, dapat memicu kambuhnya penyakit-penyakit kronis tersebut. Saat lebaran seperti ini, kata dr. Budi, penderita penyakit kronis memang harus menyadari dan mengontrol diri untuk menjaga asupan maupun pola makannya, jika penyakitnya tidak ingin kambuh.

“Mengkonsumsi makanan lebaran yang manis, bersantan, berlemak tinggi serta terasa asam maupun pedas dapat membuat kadar gula di dalam tubuh menjadi tidak terkontrol,” ungkapnya.

Tak hanya itu, saat lebaran, lanjutnya, aktivitas mudik dan silaturrahim yang padat juga dapat mengakibatkan penurunan kondisi fisik seperti kelelahan dan kecapaian. Kondisi tubuh yang lelah disertai dengan pola konsumsi yang tidak sehat, berdampak pada penurunan daya tahan tubuh.

TRENDING :  Kecewa Dianggap Perangkat Desa Merebut Lahan Bulusan, Dewan Kesenian Kudus Tak Mau "Cawe-Cawe" Penyelenggaraan Even Bulusan Tahun Ini

“Hasilnya sejumlah penyakit infeksiuspun mulai menghampiri. Seperti flu, pilek, batuk, radang tenggorokan hingga infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Kondisi tersebut akan lebih parah, jika terjadi pada kelompok rentan yakni balita, anak-anak dan lansia,” kata dr. Budi.

Diungkapkannya, penyakit yang sering terjadi saat lebaran adalah gangguan saluran pencernaan. Pola makan yang awalnya teratur saat puasa, kini telah berubah saat lebaran, membuat sistem percernaan kaget. Selain itu, asupan makanan yang tidak sehat saat lebaran juga berpotensi menyebabkan diare.

“Diare adalah penyakit yang kerap dialami saat lebaran. Pola konsumsi yang tidak teratur dan asupan makanan yang tidak sehat menjadi penyebabnya,” ujar dokter RS Aisyiyah tersebut.

TRENDING :  Praktisi Ramuan tradisional di harapkan masuk ASPETRI

Berikutnya, kata dr. Budi, penyakit maag juga kerap menyerang saat lebaran. Makanan pedas dan bersantan menjadi pemicu munculnya penyakit satu ini. Untuk itu, penderita penyakit kronis seperti ini harus hati- hati dalam mengkonsumsi makanan.

“Momen libur lebaran yang cukup panjang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Silahkan bersilaturrahim ke sanak saudara dan teman. Namun harus tetap jaga asupan dan pola makan,” jelasnya.

Imbuhnya, “Makan secara teratur, konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur. Perbanyak konsumsi air putih dan pastinya harus istirahat yang cukup.”

Jika ada waktu senggang, sarannya, bisa dimanfaatkan untuk olahraga ringan. Intinya meskipun libur lebaran, harus tetap budayakan hidup sehat. (NNC/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :