Ayo Donor, PMI Kekurangan Stok Darah Siklus Tahunan Masa Lebaran

oleh
Seorang warga tengah mendonorkan darahnya Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Cabang Kudus (foto: YM)

Kudus, isknews.com – KUDUS – Menipisnya stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus pada pekan akhir Ramadan. Membuat pihak PMI Kudus memberikan himbauan kepada masyarakat untuk berdonor darah.

Praptiningsih, Humas UDD PMI Kudus mengungkapkan stok darah di tempatnya kini sisa 302 kolf. Terdiri dari 39 kolf darah A, 113 kolf darah B, 127 kolf darah O dan 22 kolf darah AB.

“Selama lebaran kami tidak membuka pelayanan donor di luar, hanya pelayanan donor di UDD PMI saja. Jadi kami mohon kepada seluruh masyarakat untuk segera berdonor, guna mengamankan stok darah selama lebaran ini,” katanya. Minggu (02/06/2019)

Memang dalam jangka sekitar memasuki bulan Ramadhan banyak yang berteriak warga meminta bantuan darah melalui berbagai unggahan di media sosial, tak juga sedikit yang meminta bantuan donor warga melalui media ini. Ya ternyata stok darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Cabang Kudus memang kini kondisinya telah menipis.

TRENDING :  HUT TNI ke-72, Kodim 0722 Gelar Donor Darah

Menurut Kepala UTD PMI Cabang Kudus, dr. Arif Adi melalui dokter fungsionalnya Ana Thesia, mengatakan, menipisnya stok darah di PMI Cabang Kudus diduga diakibatkan oleh adanya cuti dan libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

“Sehingga karena para pendonor rutin, yang biasanya berdonor kini sedang dalam masa liburan dengan keluarga sehingga mereka menunda program donornya,” terang dr Ana.

Masih menurut dr. Anna sejujurnya PMI Cabang Kudus sesungguhnya sangat terbantu dengan program-program donor darah yang dilakukan oleh beberapa perusahaan swasta di Kudus seperti Perusahaan Rokok Djarum, Nojorono atau Sukun.

TRENDING :  Grafik Angka Kunjungan Wisata Di Kudus Alami Penurunan

“Mereka sangat rutin melakukan program tersebut per triwulan pada beberapa unit dan bagian di perusahaan, sehingga secara sirkulasi kebutuhan darah untuk Kudus  kami sangat terbantu,” ujarnya.

Idealnya PMI Cabang Kudus dalam sehari adalah memiliki persediaan darah sebesar 200 Kolf.  “Jadi kalau masih kurang dari itu harus segera disosialisasikan kepada warga yang bersedia berdonor demi kemanusiaan,” terangnya.

“Biasanya masa kritis stok darah terjadi pada masa-masa bulan Ramadhan dan lebaran, itu merupakan siklus tahunan masa menipisnya persediaan darah di PMI atau apabila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit tetentu, itu biasanya stok darah kita kurang,” terang Ana.

Sementara itu, khusus persediaan golongan darah AB yang menipis, karena untuk golongan darah tersebut jumlah orang yang memiliki golongan darah ini tergolong sedikit.

TRENDING :  Agus Guritno Terpilih Pimpin DPC Kamisetembang Periode 2018-2023

“Tapi kami tetap usaha untuk penuhi stok darah termasuk yang AB, sebetulnya beberapa calon pendonor sudah berdatangan, namun ketika diperiksa ternyata belu memenuhi syarat, akibat berbagai hal, habis minum obat lah atau tekanan darahnya tidak memungkinkan diambil darahnya,” katanya.

Upaya yang dilakukan pihaknya untuk memenuhi ketersediaan darah AB, satu di antaranya yakni dengan mendata warga yang bergolongan darah AB, utamanya yang sudah pernah melakukan donor darah.

“Kalau tenggat waktu donornya warga yang memiliki golongan darah AB terpebuhi, maka kami ingatkan untuk melakukan donor lagi lewat pesan singkat,” kata dia.

Selain itu, kami juga memaksimalkan program unit mobil yang ada di PMI,  dimana kami yang akan mengunjungi para komunitas pendonor. Dua kali dalam seminggu rutin dilakukan pelayanan donor darah baik di instansi pemerintah, rumah sakit, atau lainnya.

“Saat akhir pekan, kami buka pelayanan dari pukul 17.00 WIB sampai 21.00 WIB di Pendopo Kudus,” kata dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :