Bahan Baku Garam Lokal Langka, Pengusaha Impor Garam India dan Australia

Bahan Baku Garam Lokal Langka, Pengusaha Impor Garam India dan Australia

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Minimnya pasokan garam mentah dari petani lokal, membuat industri garam di Kabupaten Pati pontang-panting untuk memenuhi permintaan pasar. Imbasnya, pengusaha beralih menggunakan bahan baku impor dari Australia dan India yang lebih murah.

Diketahui, saat ini garam mentah dari petani per kilogramnya dipatok Rp 3 ribu – 4 ribu. Sementara, bahan baku garam impor jauh lebih murah yakni diangka Rp 2.250 per kilogramnya.

“Meski garam impor memiliki rasa lebih pahit, ketimbang bahan baku garam lokal. Namun kami terpaksa memilih garam impor, soalnya pasokan bahan baku garam dari para petani jauh dari cukup untuk proses produksi,” papar Produsen Garam di Desa Ketitang, Kecamatan Batangan, Pati, Sri Lestari, Sabtu (05/08/2017).

TRENDING :  Ramadhan, Masih Banyak Tempat Hiburan Yang Buka

Setiap bulannya, lanjut dia, pabriknya memproduksi sebanyak 50 ton garam konsumsi. Untuk diolah menjadi garam konsumsi, sementara ini pihaknya mengaku menggunakan bahan baku campuran antara garam impor dengan garam lokal.

“Sementara, kami mencampurnya sampai pasokan garam lokal dari petani kembali stabil. Meski sudah kami campur dengan garam lokal, tetap saja garam konsumsi yang kami hasilkan memiliki rasa sedikit pahit. Memang kualitas garam impor tidak lebih baik dari garam lokal,” keluhnya.

TRENDING :  Kenaikan TPP ASN di Kudus Tertinggi di Jateng Apa Dampak Positifnya?

Sementara itu, hasil pengamatan ISKnews.com di Pasar Kuniran, Kecamatan Batangan, Pati, harga garam konsumsi beryodium yang sebelumnya Rp 6 ribu per kilogram, saat ini merangsek naik diangka Rp 11 ribu per kilogramnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Comments are closed.