Bahan Makanan dan Kelompok Sandang Sumbang Inflasi Kudus November 2018

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus mencatat, Kota Kretek mengalami inflasi 0,29 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 140,25 pada November 2018. Data tersebut sama dibandingkan bulan sebelumnya, hanya yang berbeda pada IHK 139,84.

Kepala BPS Kudus, Rahmadi Agus Santosa menjelaskan, Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran bahan makanan 0,56 persen, kelompok sandang 0,35 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,30 persen.

TRENDING :  Perbaikan Tanggul Sungai Cabean

Kemudian disusul kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,25 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,15 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,14 persen.
“Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah beras, bawang merah, bensin, cabai rawit, dan semen. Sedangkan Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya deflasi adalah kangkung, bayam, kacang panjang, cabai merah, dan ikan bandeng,” jelasnya dalam pers rilis di Kantor BPS Kudus, Selasa (4/12/2018).

TRENDING :  Hasil Verifikasi KPU : 15 Parpol Masih Harus Lengkapi Berkas Pendaftaran Calegnya

Dalam skala Nasional, lanjut Rahmadi, pada bulan ini mengalami inflasi sebesar 0,27 persen dan Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,24 persen.

Diketahui, Inflasi di Jawa Tengah terjadi di enam kota survi biaya hidup (SBH) di Jawa Tengah. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Purwokerto sebesar 0,32 persen dengan IHK sebesar 131,18 diikuti oleh Kota Cilacap, Kota Kudus, Kota Tegal, Kota Surakarta, dan Kota Semarang masing-masing sebesar 0,31; 0,29; 0,26; 0,22; dan 0,21 dengan IHK masing-masing sebesar 137,11; 140,25; 130,74; 128,57; dan 132,22.

TRENDING :  Berat Badan Naik Setelah Berpuasa, Ini Sebabnya

Laju inflasi tahun kalender sebesar 2,62 persen, sedangkan laju inflasi ”year on year” (November 2018 terhadap November 2017) sebesar 3,23 persen. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :