Banjir Anak-Anak Dukuh Gendok Masih Semangat Bersekolah

oleh
Sejumlah anak saat pulang sekolah dan kembali ke kampungnya yang kebanjiran (foto: YM)

Kudus , isknews.com – Kecamatan Jati sebagai salah satu dari tiga Kecamatan di Kudus yang beberapa desa di wilayahnya sebagian terendam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terus menerus tercurahkan di wilayah kota kretek.

Demikian halnya dengan Desa Jati Wetan, beberapa dukuh yang selama ini memang dikenal seringkali terendam saat curah hujan tinggi utamanya di Dukuh Gendok, Barisan dan Tanggulangin  menjadi langganan banjir di kawasan yang sering menjadi  Dukuh pertama yang terimbas luapan bila sungai Wulan Melimpas.

Sama halnya di Dukuh Gendok, hari ini banjir yang menggenangi kawasan tersebut dengan ketinggian 50 – 100 centimeter, tak mampu mematahkan semangat anak-anak Dukuh Gendok, untuk terus menimba ilmu di sekolah.

TRENDING :  Kecamatan Jati Kekurangan 75 guru SD

Dengan mengenakan jas hujan, sembari menenteng sepatu dan membawa tas. Anak-anak SD 3 Jati Wetan itu berangkat menyusuri banjir.

Kepala Sekolah SD 3 Jati Wetan, Sutopo mengatakan, jika banjir yang terjadi di sekolahnya hanya di bagian halaman, tidak sampai masuk ke dalam ruang kelas. Sehingga proses pembelajaran masih bisa dilakukan.

Diungkapkannya, air banjir menggenangi sekolahnya sejak hari Kamis (24/01/2019), dengan ketinggian selutut orang dewasa atau sekitar 30 – 40 centimeter.

Kemudian pada hari Sabtu (26/01/2019), banjir sempat surut dan hari ini banjir di halaman SD 3 Jati Wetan sudah mencapai ketinggian 50 – 70 centimeter.

TRENDING :  Angin Kencang Terjang Rumah Warga Soco Dawe

“Kalau kemarin-kemarin banjirnya belum seberapa sehingga seluruh siswa masih masuk dan belajar efektif. Hari ini banjirnya sudah meninggi dan beberapa sudah mengungsi. Sehingga siswa kelas 1 – 3 kami liburkan dan kami memaklumi jika beberapa siswa terpaksa tidak masuk sekolah,” terangnya, Senin (28/01/2019)

Imbuh Sutopo, “Hari ini yang masuk sekolah siswa kelas 4 sampai 6. Kebetulan ini siswa kelas 6 juga sedang ada Try Out dan tidak dapat ditinggalkan. Sehingga semua anak kelas 6 harus masuk. Untuk proses belajar mengajar masih berjalan seperti biasa,” ujarnya saat ditemui media ini di SD 3 Jati Wetan.

TRENDING :  Pelaku Penganiayaan Diringkus Jajaran Satreskrim Polres Pati

Sutopo mengungkapkan jika banjir tahun ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Kemdati begitu, dia tetap berharap anak-anak Gendok bisa tetap belajar ditengah musibah banjir yang melanda daerahnya.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, walaupu orang tuanya di pengungsian, anak-anak masih bersekolah dengan diantar jemput menggunakan mobil patroli Satpol PP, Polres Jati dan BPBD ke sekolah,” ujarnya.

Putri, salah satu siswa kelas 6 SD 3 Jati Wetan mengatakan jika dirinya masih tetap belajar untuk menghadapi try out dan mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional. Dia juga mengaku tidak bermasalah menerjang banjir untuk pergi ke sekolah. “Tahun-tahun sebelumnya juga seperti ini. Terlebih ini kan mau ujian nasional, jadi harus terus belajar dan sekolah. Biar nanti hasilnya bagus,” pungkas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :