Bantu Warga Yang Kesusahan, Anggota Satlantas Polres Kudus Ini Patut Diteladani

by

Kudus, ISKNEWS.COM – Citra polisi dari tahun ke tahun semakin menurun. Terutama polisi lalu lintas yang dikenal galak dalam melakukan tindakan tilang bagi para pengendara yang tidak menaati peraturan lalu lintas. Akan tetapi, bukan berarti dipukul rata semua polisi tidak baik. Ada pula polisi baik hati yang banyak disayangi masyarakat dan patut untuk diteladani.

Seperti yang dilakukan anggota Satuan Lalu Lintas Polres Kudus AIPTU Wawan Mulyo Utomo. Pria asal Hadipolo RT 07 RW 01 itu, setiap pagi bertugas menyeberangkan pejalan kaki di sekitar SD 1 Barongan yang berada di Jalan Sunan Muria.

Sekilas tidak ada yang menarik dengan rutinitas yang dijalani AIPTU Wawan. Namun ada hal yang menarik perhatian pengguna jalan pagi itu, Senin (30/01/2017). Di sela kesibukannya menyeberangkan pejalan kaki yang melintas di SD 1 Barongan, pria yang akrab dipanggil Wawan ini tiba-tiba berlari menghampiri seorang tukang becak yang sedang mengayuh becak.

Tukang becak tersebut membawa seorang penumpang wanita dengan belanjaan dari pasar yang cukup banyak. Puluhan pasang mata melihat dan mengira dengan hati penasaran apa yang akan dilakukan polisi ganteng itu.

Ternyata sesampainya disamping tukang becak, Wawan dengan sigap membantu menarik becak tersebut. Sambil meniup peluit yang masih menempel di bibirnya, Wawan sekuat tenaga menarik becak supaya cepat melintas dengan maksud supaya tukang becaknya tidak kecapekan.

Tak pelak apa yang dilakukan Wawan terhadap tukang becak itu mendapat apresiasi dan jempol dari masyarakat yang kebetulan berada di lokasi. Pujian pun berdatangan setelah apa yang dilakukannya dengan tulus ikhlas membantu tukang becak yang telah kesuhahan mengayuh becaknya membawa penumpang dan barang bawaan cukup banyak.

”Itu hanya rutinitas harian saja menyeberangkan para pejalan kaki dan mengatur lalu lintas di kawasan SD 1 Barongan. Kebetulan tadi ada tukang becak yang terlihat terengah-engah mengayuh becaknya, jadi spontan saja langsung saya bantu,” tuturnya kepada isknews.com.

Suami Nur Widowati itu mengungkapkan, jalan di kawasan SD 1 Barongan sedikit menanjak sehingga apabila tukang becak tersebut tidak dibantu didorong kecapekan.

”Ya kan kasihan mas. Kondisi jalannya naik dan penumpangnya bawa belanjaan banyak. Kalau tidak dibantu semakin menggos-menggos kasihan,” tambah Wawan.

Pria yang sudah menjadi polisi selama 22 tahun tersebut menceritakan, setiap pagi dirinya berangkat dari rumah pukul 05.30 WIB. Bersama anaknya pertamanya yang menempuh studi di SMA 1 Bae dia berangkat ke Mapolres Kudus dan sampai pukul 06.00 WIB untuk mengikuti apel.

Selepas apel kemudian Wawan menuju kawasan SD 1 Barongan melakukan rutinitas menyeberangkan pejalan kaki dan mengatur lalu lintas, supaya tidak ada ketersendatan atau kemacetan.

Wawan yang sebelumnya pernah bertugas lama di Timor Timur (sekarang Timor Leste) itu menjelaskan, setiap pagi kawasan SD 1 Barongan lalu lintasnya cukup padat. Banyak orang melintas terutama orang tua yang mengantar anaknya berangkat sekolah.

”Tiap pagi mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB lalu lintasnya cukup padat. Banyak motor ke luar masuk gang, sehingga diperlukan anggota yang berjaga mengatur lalu lintas agar tetap tertib dan tidak menimbulkan kemacetan,” pungkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :