Bantu Yang Belum Tercover, Diperlukan Klinik RTLH

by

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Ribuan rumah di Kabupaten Jepara tiap tahunnya mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Meskipun demikian hingga kini masih terdapat ribuan rumah yang belum tercover bantuan sejenis itu. Buktinya beberapa rumah roboh yang ada di Jepara belum masuk program RTLH. Dampaknya, bantuan yang diberikan jika ada rumah roboh tidak maksimal. Untuk itu diperlukan anggaran Klinik RTLH yang nanti dapat digunakan untuk mengcover rumah yang membutuhkan secara cepat. Hal ini disampaikan oleh Kabid Perumahan pada Dinas Perumahan dan Penataan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara Anisah Salmah, Sabtu (17/6/2017).

Menurut Anisah, beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengajukan tambahan anggaran untuk Klinik RTLH. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada rumah yang perlu mendapatkan bantuan secepatnya namun belum tercover di program RTLH. “Ini misalkan ada rumah yang roboh, bisa diambilkan dari anggaran klinik RTLH ini. Ini sama halnya anggaran klinik jalan yang digunakan untuk reaksi cepat perbaikan jalan,” katanya.

Anisah menambahkan, hal ini lantaran untuk penerima program RTLH harus diajukan dulu setahun sebelumnya, sehingga tidak mungkin jika diberikan secara mendadak. “Bantuan RTLH ini kan T-1, artinya data penerima sudah klir setahun sebelum program itu dijalankan,” jelasnya.

Seperti diketahui, tahun ini sebanyak 2296 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Jepara akan mendapatkan bantuan. Bantuan RTLH itu berasal dari kabupaten dan propinsi. Yakni 1171 bantuan RTLH yang sebelumnya ditangani oleh Dinas Sosial, 500 program murni dari Dinas Perumahan dan Penataan Pemukiman (Disperkim) serta 625 dari propinsi.

Menurut Anisah, meskipun sama-sama bantuan RTLH, namun nominalnya berbeda-beda. Untuk limpahan dari Dinsos, nominalnya Rp.5 juta sedangkan yang murni dari Disperkim, nominalnya Rp.15 juta. Meskipun demikian, semua bantuan ini akan berupa material untuk menghindari adanya penyimpangan. “Bantuan memang berupa material, meskipun nominalnya berbeda untuk yang sebelumnya ditangani oleh Dinsos dan yang murni dari kita,” jelasnya.

Ribuan bantuan RTLH ini, kata Anisah, juga belum lagi ditambah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 260 dari pusat. Bantuan ini dicairkan mendasarkan kriteria masing-masing rumah, yakni untuk yang mengalami rusak ringan sebesar Rp.7,5 juta, rusak sedang Rp.10 juta dan yang rusak berat sebesar Rp.15 juta. “Bantuannya tetap sama berupa droping material,” imbuhnya.

Bantuan RTLH ini, lanjut Anisah, tersebar merata di seluruh Kabupaten. Hanya saja ada beberapa desa yang mendapatkan bantuan cukup banyak, lebih dari 70 rumah. Diantaranya yakni Desa Cepogo Kecamatan Kembang, Desa Guyangan, Desa Tengguli Kecamatan Bangsri dan Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo. “Untuk desa-desa yang besar memang mendapatkan bantuan yang cukup banyak, ada yang diatas 70 rumah. Namun ada juga yang hanya satu atau dua rumah saja tiap desanya,” tandasnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :