Tajug Syahadat Bekali Generasi Muda Kajian Tasawuf Bisnis Alqur’an dan Hadist

Tajug Syahadat Bekali Generasi Muda Kajian Tasawuf Bisnis Alqur’an dan Hadist

Kudus, isknews.com – Tajug Syahadat yang terkenal dengan jargon “meretas nalar menetas nala” kembali menggelar event dengan bertemakan, “Kajian Tasawuf Bisnis Berdasar Alqur’an dan Hadist”, sekaligus peringati turunnya al-qur’an “Nuzulul Qur’an” pada Minggu Malam, (18/6/2017) yang dilaksanakan di halaman Masjid Baitussalam Desa Undaan Lor Gang 3 kecamatan Undaan Kudus.

Hadir Pengasuh Suluk Maleman Pati, Habib Anis Sholeh ba’asyin. Seorang Akademisi, Prof. Saratri wilonoyudho. Owner Grha Kastara, Arri Nofianto D, Gus Hasanain Haikal Hadining Ahli Tasawuf Dan Dosen STAIN kudus dan terakhir Pimpinan Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al-Qur’an (PSKQ) Muhammad Assiry.

Selain pemuda pemudi IPNU ippnu dan warga masyarakat, nampak hadir pula santri Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al-Qur’an (PSKQ) yang terdaftar pada “ngaji pasaran” Bulan Ramadhan tahun ini.

BACA JUGA :  Gedung Sekolah Roboh, Siswa SD Bangsalrejo 1 Belajar Di Luar Ruang Kelas

Sang pencipta ide tema kali Ini, Muhammad Assiry, menegaskan perlu kajian tasawuf karena manusia saat ini hidup dengan materialisme dan hedonisme. Selain itu, banyaknya kasus narkoba, perbedaan faham Sunny vs Syiah, dan sebagainya.

Karena itu perlu penyamaan persepsi untuk kembali ke jiwa masing-masing. Diharapkan manusia tidak terlalu mementingkan urusan duniawi.

“Oleh karena itu tasawuf sebagai ilmu yang akan memperbaiki jiwa, sehingga ruh manusia saling percaya, saling menyayangi dan memiliki akhlaq seperti akhlaq Rasulullah Saw,” kata Assiry

Dikatakan bahwa Organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama saat ini bersatu karena pengikutnya saling percaya dan umumnya anggotanya telah memiliki pendidikan tinggi.

Selain itu Tajug Syahadat sebagai forum diskusi santai, mengarahkan untuk senantiasa berilmu amaliah, beramal ilmiah dan berakhlaqul karimah.

BACA JUGA :  Jelang Pelantikan, Haryanto Purna Tugas Dua Pekan

Tanda-tandanya dengan mengamalkan ilmu, memiliki landasan kuat untuk pengembangan ilmu dan menerapkan prinsip ilmu, antara lain tidak sok pintar, tidak menganggap diri paling pintar, paling gagah dan paling cantik.

“Tasawuf wilayahnya hati dengan menata hati untuk selalu ingat bahwa manusia akan mati dan tidak akan membawa apa-apa, kecuali amal,” jelas Assiry

Dikatakan pula, tujuan kegiatan ini untuk memberi pemahaman kepada warga masyarakat khususnya generasi muda akan pentingnya menata hati dan pikiran untuk fokus mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Selain itu, hadirin diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah mereka dapat dari menghadiri tajug Syahadat dengan meng-implementasikan ilmu amaliah, beramal ilmiah dan berakhlaqul karimah.

Sementara itu, Habib Anis Sholeh Ba’asyin memberikan pesan pada hadirin tentang dua ibadah Khauf (rasa takut) dan roja` (rasa harap) yang sangat agung. Bila keduanya menyatu dalam diri seorang mukmin, maka akan seimbanglah seluruh aktivitas kehidupannya. Bagaimana tidak, sebab dengan khauf akan membawa dirinya untuk selalu melaksanakan ketaatan dan menjauhi perkara yang diharamkan; sementara roja` akan menghantarkan dirinya untuk selalu mengharap apa yang ada di sisi Rabb-nya ‘Azza wa Jalla.

BACA JUGA :  Mahasiswa UGM Geruduk Rektorat Tuntut Kebijakan

Pendek kata dengan khauf (takut) dan roja` (pengharapan) seorang mukmin akan selalu ingat  bahwa dirinya akan kembali ke hadapan Sang Penciptanya (karena adanya rasa takut), disamping ia akan bersemangat memperbanyak amalan-amalan (karena adanya pengharapan).

Terakhir, Habib Anis memberikan tips, bagaimana cara mengetahui sholat kita Bagus apa tidak, yakni jika bertambah kebaikannya berarti sudah bagus sholatnya Dan jika bertambah kejelekannya, ya harus dipertanyakan terus dibenahi sholatnya. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
/div>

Share This Post