Banyak Tak Hadir, Rapat Paripurna Agenda Mendengar Pidato Presiden Melompong

oleh
Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda mendengarkan Pidato Prseiden tak banyak di hadiri anggota legislatif (Foto: YM)

 

Kudus, isknews.com – Tingkat kehadiran anggota DPRD Kabupaten Kudus saat digelar  Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Kudus masa persidangan ke dua, dengan agenda mendenganrkan pidato kenegaraan presiden RI terlihat rendah.

Acara yang dibagi dalam dua sesi, sesi pertama dimulai pada sekitar pukul 10.00 WIB Rapat paripurna mengagendakan acara mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 73 tahun 2018.

Sementara pada sesi kedua yang dimulai pada sekitar pukul 14.00 agenda Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang  APBN Tahun Anggaran 2019 beserta Nota Keuangannya.

TRENDING :  Potong Tumpeng Akhiri Malam Tasyakuran HUT RI Ke 73 Di Pendopo Kudus

Rapat paripurna dibuka langsung oleh ketua DPRD Kudus DPRD Kabupaten Kudus Achmad Yusuf Roni dan dihadiri oleh Plh Bupati Kudus Samani Intakhoris, anggota Forkopimda serta pimpinan OPD dan jajarannya. Kamis (16/08/2018).

“Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Kudus di buka dan terbuka untuk umum dengan agenda utama mendengarkan pidato presiden Indonesia, ini merupakan pidato tahunan setiap bulan Agustus,”  kata Yusuf Roni saat membuka acara.

” Melalui siaran langsung yang dipancarluaskan media televisi, Presiden Jokowi menyampaikan Pengantar / Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2019 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya,” terangnya.

TRENDING :  Interupsi Di Rapat Paripurna DPRD Nur Khabsyin Pertanyakan Penegakan Perda Karaoke
Anggota Forkopimda Kudus hadir pada rapat paripurna istimewa (Foto: YM)

Rapat paripurna sesi pertama dari 45 anggota Dewan, hanya dihadiri 26 Anggota DPRD dan siangnya pada sesi kedua hanya dihadiri 19 anggota DPRD Kudus.

Sepinya kehadiran para anggota legislatif ini menyebabkan ruang sidang paripurna DPRD yang diperuntukkan bagi anggota Dewan serasa melompong, sementara pada baris undangan bagi eksekutif dan pimpinan OPD beserta stafnya terlihat cukup terisi oleh mereka yang hadir sebagai tamu undangan.

TRENDING :  Tamzil : Kudus Relijius dan Modern

Salah satu poin penting dalam pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2018 yang digelar di Gedung Parlemen Senayan Jakarta ini adalah, Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 68,90 di tahun 2014 menjadi 70,81 di tahun 2017.

Menurut Jokowi, dengan hasil itu, Indonesia masuk dalam kategori High Human Development. Selain itu, Jokowi juga menyampaikan hasil evaluasi kinerja pemerintah dan seluruh lembaga-lembaga negara sepanjang 2017. (YM/YM)

 

 

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :