Rina Tamzil, Sosok Dibalik Kebangkitan Batik Kudus

oleh
Rina Tamzil, istri Bupati Kudus yang ternyata menjadi pelopor perkembangan batik Kudus (Foto: Yuliadi Mohammad)

Kudus, ISKNEWS.COM – Tak banyak yang tau, Rina Budi Ariyani, istri Bupati Kudus, HM Tamzil merupakan sosok dibalik kebangkitan batik Kudus di tahun 2007. Melalui pelatihan membatik yang diprakarsainya bersama Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kudus tahun itu, batik Kudus mulai dihidupkan kembali.

Tak dipungkiri, pada era tahun1970an industri batik Kudus pernah berkembang pesat dan berada pada titik kejayaan. Corak dan motif batik Kudus pada waktu itu sangat beragam, karena waktu itu pengrajinnya beragam. Ada yang dari keturunan etnis china dan juga kalangan pribumi.

Seperti halnya batik pesisir, corak dan warna batik Kudus kala itu, tidak berbeda jauh dengan batik Lasem dan Pekalongan. Akan tetapi, corak batik Kudus lebih didominasi motif yang bernafaskan budaya islam. Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan Sunan Kudus dan Sunan Muria yang menjadi tokoh central di Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Pelaku UMKM Segera Nikmati KUP
Batik Kudus dalam Indonesia Fashion week di Jakarta (Foto: Isknews.com)

Kapal Kandas, menjadi salah satu motif paling populer di kala itu. Motif yang menceritakan sejarah kapal Dampo Awang yang kandas di Gunung Muria, hingga terjadinya perdebatan antara Sunan Muria dan Sampokong menjadi sebuah kisah yang melegenda bagi masyarakat Kudus.

Sempat berjaya, batik Kudus pada tahun 1980an mengalami kemunduran. Kemunduruan ini disebabkan perkembangan batik printing yang mengancam keberlangsungan hidup usaha batik di Kudus. Hal inilah yang kemudian menyebabkan banyak pengrajin batik di Kudus gulung tikar dan beralih menjadi buruh industri rokok.

Lama vakum, mebuat batik Kudus tidak lagi dikenal oleh generasi berikutnya. Keprihatinan inilah yang mendorong Rina Tamzil untuk membangkitkan kembali usaha batik di Kudus. Melalui Dinas Perinkop dan UMKM, digelarlah pelatihan membatik sebagai langkah awal memperkenalkan kembali batik Kudus kepada masyarakat.

Tak berhenti disitu, upaya penghidupan kembali batik Kudus dilanjutkan di tahun 2010, dengan dilakukannya pelatihan lanjutan. Yuli Astuti, salah satu peserta dalam pelatihan tersebut menjelaskan, pada tahun 2007 pelatihan membatik diikuti oleh 20 orang dari berbagai penjuru Kabupaten Kudus.

“Pada tahun 2007, Dinperinkop UMKM dan Rina Tamzil mengundang Niamah, seorang pengrajin batik Kudus asal Desa Demangan (pengrajin batik Kudus yang masih tersisa waktu itu -red), untuk mengajarkan kami membatik. Dari pelatihan itu, kami diperkenalkan dengan corak khas batik Kudus dan cara pembuatannya seperti apa,” ujarnya.

TRENDING :  Koramil 08 Gebog Gelar Pekan Pancasila    

Dari pelatihan tersebut, Yuli dan 19 rekan diberikan bantuan sejumlah peralatan untuk membuat batik dari teknik cap. Namun berjalannya waktu, banyak teman Yuli yang memilih berhenti dan tidak meneruskan perjuangannya untuk mempopularitaskan kembali batik Kudus.

“Dari 20 orang yang mengikuti pelatihan, hanya tersisa beberapa,” terangnya. Yuli menceritakan, pengenalan batik Kudus ke kancah nasional dimulai pada tahun 2010, melalui keikutsertaan para pembatik Kudus ke sejumlah pameran batik tingkat nasional. Dari situlah, batik Kudus mulai dikenal oleh masyarakat luas.

TRENDING :  ​Bersama Rakyat TNI Kuat, Koramil Mejobo Gelar Tasyakuran Rayakan HUT TNI Ke-72

Pengembangan motif dan corak dari batik Kudus yang menitikberatkan pada kearifan lokal, juga turut andil dalam mengangkat popularitas batik Kudus di kancah Nasional dan Internasional. Yuli mengatakan melalui batik, para pengrajin tidak hanya menghasilkan sebuah karya. Namun juga memperkenalkan kearifan lokal yang ada di daerahnya.

Pengrajin batik asal Desa Karangmalang itu mengungkapkan, Rina Tamzil merupakan sosok yang tidak dapat dipisahkan kembali bangkitnya usaha batik Kudus. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Rina Tamzil yang telah berkontribusi nyata menghidupkan kembali batik Kudus. Berkat beliau, kini batik Kudus bisa dikenal dikancah Nasional dan Internasional. Sekali lagi terimakasih,” ucapnya untuk istri orang no satu di Kabupaten Kudus tersebut. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :