Bawa Harum Kudus, Maya Yuanita Bawa Pulang 15 Juta Setelah Menyandang Juara 2 Sinden Idol 2016

Bawa Harum Kudus, Maya Yuanita Bawa Pulang 15 Juta Setelah Menyandang Juara 2 Sinden Idol 2016

Kudus, isknews.com – Maya Yuanita pesinden asal desa Jati kulon rt. 03 rw. 02 kecamatan Jati Kudus, dinobatkan sebagai “Sinden Idol 3” setelah meraih juara 2 dalam ajang pencarian sinden muda berbakat yang digelar Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Kampung Budaya Sekaran Gunung pati.(18/12/16) lalu.

Adapun juara 1 diraih Mambaul Khasanah asal kabupaten trenggalek Jawa timur, sedangkan juara 3 diraih Riris Kumalasari dari Kabupaten Blora Jawa tengah. audisi sinden yang sudah ketiga kalinya digelar Unnes itu diikuti peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sebelumnya, sebanyak 10 finalis ajang “Sinden Idol 3” berebut menjadi juara kompetisi sinden yang digelar Universitas Negeri Semarang (Unnes) tersebut. “Ada 45 sinden yang mengikuti tahap audisi. Kami saring jadi 10 finalis untuk maju babak final,” kata Giyono Seksi Seni, Tradisi dan Bahasa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus.

BACA JUGA :  Lomba Mewarnai SDIT Al Islam Diikuti 348 Peserta tingkat TK Se Kabupaten Kudus

Kesepuluh finalis itu, adalah Eka Prihatiningsih (Sragen), Sri Sekar Rabulla (Jombang), Tri Utari (Ponorogo), Dita Intawati (Banyuwangi), dan Nugraha Pawesti (Semarang).

Kemudian, Mayang Anjarsari dari Blora, Riris Kumalasari juga berasal dari Blora, Maya Yuanita (Kudus), Surati (Rembang), dan Mambaul Khasanah dari Trenggalek, Jatim.

“Pihak nya berharap, semoga para pemenang, khususnya Maya Yuanita (Kudus) menjadi teladan dan idola bagi sinden-sinden muda lainnya,” katanya

Giyono saat mendampingi penyerahan juara dari penyelenggara bersama juara 2 Maya yuanita (Aris Sofiyanto/isknews.com)

Karena menurut dia, Sinden Idol secara strategis tidak hanya menjadi ajang pencarian sinden yang mumpuni secara keterampilan menyinden, tetapi juga perilaku dan penghayatan nilai budaya Jawa.

Saat audisi, kata Giyono, para peserta diajak untuk berinteraksi, salah satunya dengan pertanyaan mengenai aktivitas yang mereka tekuni dan penghayatan terhadap dunia persindenan.

BACA JUGA :  POHON TREMBESI (MEH) MAMPU MENYERAP POLUSI

“Kalau untuk teknik menyinden, berdasarkan sepengetahuan saya, aspek penilaian didasarkan pada perbendaharaan cengkok, pengetahuan irama, dan gending,” tambah Giyono.

Maya yang mendapatkan piala, piagam penghargaan, dan juga uang tunai 15 Juta tersebut, kepada isknews.com mengatakan, “Saya tertarik di bidang ini karena kesenian ini langka di minati anak muda seumuran saya, yang pada umumnya anak-anak muda saat ini lebih meminati budaya barat saya masih cinta dengan budaya Indonesia terutama budaya jawa,”ujarnya.

“Awal saya tertarik karena di kampus memiliki wadah untuk belajar kesenian Jawa termasuk seni karawitan. Forum kesenian Jawa ini di bimbing oleh dosen2 Unnes yang berkompeten, yang salah satunya bapak Widodo Broto sejati”Pungkas maya, Alumni Jurusan Sendratasik prodi seni tari fakultas bahasa dan seni Universitas Negeri Semarang. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post