Bawaslu dan PWI Kudus Kampanye Tolak Politik Uang, Hoaks dan Ujaran kebencian

oleh
Anggota barongsai yang tergabung dalam Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) sedang memperagakan adegan “Barongsai ngoyak koruptor” di arena CFD alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (17/3/2019). (Foto:Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kudus bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kudus mengajak masyarakat kampanye tolak politik uang, hoaks, isu sara, dan ujaran kebencian di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (17/3/2019).

Acara yang bertepatan dengan Car Free Day itu semakin menyedot antusias masyarakat dengan hadirnya aksi barongsai fengan tema “Barongsai makan caleg koruptor”

Ada sekitar 15 orang pemain dan kru tim barongsai Federasi Olahraga Barongsai Indonesia  (Fobi) Kudus. Judul yang unik tersebut mampu menyedot perhatian ratusan warga yang tengah menikmati suasana Car Free Day (CFD) Kudus.

TRENDING :  Kapolres Kudus Tinjau Lokasi Banjir

Aksi teatrikal barongsai mulanya diwarnai dengan aksi bagi-bagi lembaran putih yang diibaratkan sebagai uang kertas oleh dua orang. Keduanya adalah pemeran caleg yang ditandai dengan menggantungkan tali di leher dengan tulisan kata ‘caleg’

Mereka mengenakan topeng dengan berpakaian warna biru dan merah berkeliling mendatangi warga. Kedua caleg tak henti-hentinya membagikan uang seraya meminta warga memilihnya di pemilu kelak.

Tak lama kemudian datang dua barongsai. Lantas, kedua caleg yang sedang asyik bagi uang, dikejar barongsai. Keduanya lari terbirit-birit namun barongsai berhasil memburunya. Barongsai kemudian memakan para caleg.

TRENDING :  Heboh Kegiatan RW 05 Mlatinorowito Kudus Bagi Puluhan Doorprize

Baharudin, Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Kudus menjelaskan, dalam aksi tersebut pihaknya menggencarkan aksi kampanye tolak politik uang, hoaks, isu sara, dan ujaran kebencian.

Dalam kegiatan itu, kata dia, juga disertai penandatanganan deklarasi tolak politik uang. Yang mana itu diadakan bersama kegiatan Polres Kudus Millenial Road Safety Festival. “Acara berjalan baik dan lancar,” ujarnya.

Dia menyinggung aksi teatrikal barongsai berjudul Barongsai Makan Caleg. Dari aksi itu terlihat caleg yang melakukan politik uang dicaplok barongsai. “Caleg yang melakukan politik uang dicaplok barongsai. Ini ibarat pengawas pemilu atau pengawas demokrasi. Barongsai ibarat bawaslu,” terang Baharudin.

TRENDING :  Verifikasi Informasi Bencana di Medsos, SMSI dan PWI Bentuk Media Crisis Center

Dengana adanya acara itu, diharapkan masyarakat Kudus, masih kata Baharudin, bisa bersama menjaga kodusivitas wilayah setempat pada pemilu nanti, serta berani menolak politik uang.

Ketua PWI Kudus Saiful Anas menjelaskan, aksi merupakan bentuk dukungan terhadap jalannya pemilu yang akan datang supaya lebih kondusif. ” Kami bersama Bawaslu dengan mengadakan acara ini, pemilu di Kudus bisa berjalan lancar dan kondusif, tanpa politik uang, hingga isu sara,” kata Anas. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :