medsops

Beda Dengan Dulu, Desa di Kudus Mulai Transparan

Kudus, isknews.com- Merupakan tanggung jawab sebagai pelayan publik untuk transparan terhadap warganya. Pemerintah Desa di Kabupaten Kudus dulu jelas sangat berbeda dengan pemerintah desa sekarang, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya media sosial (medsos), kini banyak pemerintahan desa yang memanfaatkan medsos agar lebih dekat dengan warganya, mulai dari kegiatan di dalam maupun diluar balai desa dan juga membuka pertanyaan, keluhan, kritik maupun aspirasi masyarakat lainnya.

Baru-baru ini di Kudus juga muncul transparansi tentang infografis penggunaan APBDesa tahun 2016 yang dicetak besar menggunakan baner dan dipasang dipusat-pusat keramaian desa tersebut, baner Transparansi APBDes 2016 tersebut, berisi informasi sumber-sumber pendapatan desa, rencana pos pengeluaran belanja serta rencana pembangunan yang akan dilaksanakan di Desa pada tahun 2016.

Baca Juga :  5 Balon Kades Ikuti Pilkades AW Mijen

Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus salah satu desa yang telah memasang infografis penggunaan APBDesa diberbagai sudut Desa. Kepala desa Karangbener, Sandung Hidayat ketika dihubungiisknews.com melalui telpon pekan lalu (24/09) mengatakan ,” Agar masyarakat tahu dan bisa mengawasi langsung dana desa serta tidak timbul kecurigaan sehingga jelas serta transparan penggunaannya.” Jelasnya.

Hal ini mendapatkan sambutan positif dari salah satu warga Kudus, Herry Triyatno warga kelurahan Kajeksan Rt. 01 Rw. 1 kecamatan Kota, keterbukaan memang harus dilakukn demi mendapat legalitas kepercayaan yang hakiki, memang keterbukaan itu harus dilakukan sebagai emplementasi perilaku sikap jujur asal ada batasan sewajarnya.

Baca Juga :  49 Motor Dinas dibagikan di Pendopo Kabupaten Kudus

“Pertama harus bisa bersikap baik terhadap apapun yang ada datang, dilihat, disampaikan, agar semua bisa difahami, kedua memang keterbukaan itu harus dilakukan sebagai emplementasi perilaku sikap jujur asal ada batasan sewajarnya. Dengan kata lain kebebasan terpimpin tidak asal sebebasnya. Kejujuran adalah syarat utama,mutlak yang harus dilakukan.Kalau mau begitu harpan akan rasa adil,keadilan itupun ada dengan sendirinya tanpa harus merengek-rengek meminta keadilan.Jika sudh begitu maka harapan sejahtera akan tercapai.” Kata Herry kepadaisknews.com (3/10). (GP)

Baca Juga :  Qudsiyyah Gelar Maulid Nabi
APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?