Belasan Penyandang Difabel Ujian SIM

Belasan Penyandang Difabel Ujian SIM

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Akhirnya penyandang disabelitas di Bumi Mina Tani mendapatkan kesempatan memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM). Setelah Satlantas Polres Pati menggelar program ramah difabilitas.

“Dengan program ini warga difabel bisa memiliki SIM khusus yang diperuntukkan bagi mereka. Kami samakan hak mereka dengan masyarakat kebanyakan. Sementara ini data yang masuk sudah ada 16 orang, kemungkinan besok akan lebih banyak lagi,” ungkap Kasatlantas Polres Pati, AKP Ikrar Potawari, Rabu (26/4) kemarin.

Program yang digelar kali pertama di Kabupaten Pati ini, bertujuan untuk mempermudah penyandang difabel dalam pembuatan SIM. Pasalnya, selama ini penyandang difabel tidak memiliki kesempatan memperoleh SIM.

TRENDING :  Baru Lima Parpol Yang Menyerahkan Berkas Ke KPU Pati

“Mereka memiliki kesempatana memiliki SIM D, sesuai undang-undang yang ada SIM ini memang khusus warga difabel,” beber AKP Ikrar, selepas pelayanan ujian praktek SIM D di Kantor Satlantas Polres Pati.

Untuk memperoleh SIM D, imbuh AKP Ikrar, prosesnya sama dengan warga pada umumnya. Hanya saja, untuk ujian praktek SIM mereka menggunakan kendaraan pribadinya yang telah disesuaikan dengan kondisi mereka.

TRENDING :  Bupati Pati Serahkan Piala Lomba Video HUT Kabupaten Pati

“Baik proses ujian materi, ujian konsentrasi, ujian praktek, serta tes kesehatan semua sama. Hanya, prakteknya mereka menggunakan kendaraan sendiri, karena instansi kami belum menyiapkan kendaraan khusus penyandang difabel,” ujarnya.

Selain itu, materi yang diberikan pun disesuaikan. Selain itu, saat tes kesehatan mereka akan dibekali dengan surat penyandang difabel sebagai bukti. Pembuatan SIM D pun, jauh lebih murah dibandingkan SIM lainnya.

“Sesuai undang-undang biaya pembuatannya sebesar Rp 50 ribu. Kalau SIM lainnya umumnya diangka Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu,” tutur AKP Ikrar.

TRENDING :  Bantuan Unit Damkar PLP Tanjung Priok, Tertambat Pendangkalan Sungai Silugonggo

Sementara itu, Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Pati, Suratno mengatakan, sudah menunggu lama terealisasinya SIM bagi penyandang difabel. Meski saat ada razia, pihak kepolisian bertindak kooperatif dengan memberi jalan kepada warga disabelitas.

“Tujuan kami mendapat SIM, agar rekan-rekan bisa mencairkan asuransi bila terjadi kecelakaan, kasihan mereka jika gak dapat. Juga, mereka lebih tenang saat berkendara, walau saat ada operasi mereka selalu mendapatkan jalan dari polisi,” tandasnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*