Belum Ada Temuan Baru Fosil Hewan Purba di Patiayam

oleh
Foto : Peta Situs Patiayam.

Kudus, isknews.com – Museum Fosil Patiayam, Kabupaten Kudus, kini semakin lengkap, baik dari fasilitas gedung museum yang megah dan berlantai dua, maupun koleksi hewan purba yang terus bertambah. Namun dari ratusan koleksi yang dipajang dan disimpan di museum yang letaknya di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu, hingga kini belum ada temuan fosil baru, di kawasan Situs Patiayam itu.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Sutiyono, yang dihubungi isknews.com, Senin (11/12/17) , melalui telepon selulernya, mengatakan hal itu. Menurut dia, sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan tentang adanya temuan baru fosil hewan purba di Situs Patiayam, baik dari warga masyarakat maupun juru pelihara Museum Fosil Patiayam. “Kalau ada temuan fosil baru, pasti ada laporan ke dinas.”

TRENDING :  Pelajar SD Kudus Angkat Budaya dan Kearifan Lokal Lewat Lomba Bercerita

Data yang dihimpun isknews.com, penemuan terakhir fosil hewan purba di Situs Patiayam, terjadi pada Desember 2016 dan Januari 2017. Fosil yang ditemukan pada Januari jumlahnya mencapai ratusan, baik berupa potongan maupun fragmen. Salah satu diantaranya ditengarai sebagai fosil gajah purba (stegodon). Selain itu, dari fosil yang jumlahnya mencapai ratusan itu, ada yang masih agak utuh, yakni fosil kepala banteng (Bos javanicus javanicus). Semua fosil itu ditemukan di Formasi Slumprit, petak 2, kawasan Situs Patiayam.

Penemu fosil yang terjadi pada Januari 2016, oleh tiga orang warga desa setempat, yakni Sutopo dan Roji, keduanya warga RT-02/RW-04, serta Husen Ulinnuha, warga RT-01/RW-04, diserahkan ke pihak pengelola museum atas kesadaran sendiri.
Sedangkan penemuan fosil yang terjadi pada Januari 2017, penemunya adalah dua orang, yakni Ngarpani dan Simpo, keduanya warga RT-02/RW-03 dan RT-02/RW-04. Hasil temuan itu diserahkan ke pihak museum.

Adanya temuan baru fosil gajah purba atau yang juga disebut Mamut itu, diharapkan lebih menarik minat masyarakat, untuk mengunjungi Museum Fosil Patiayam itu. Bedasarkan data yang ada di buku tamu, pengunjung museum itu cukup banyak.
“Pada Desember 2016, jumlah pengunjung mencapai 1900 orang, sedangkan pada Januari 2017, meningkat menjadi 2500 orang. Kalau dihitung rata-rata per hari, mencapai 100 – 150 orang. Yang terbanyak dari kalangan pelajar, sedangkan pengunjung teramai setiap Sabtu dan Minggu,” ujar Juru Pelihara Museum Fosil Patiayam itu. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :