Belum Ada Tulisan Nama, Museum Fosil Patiayam Disangka Rumah Tempat Tinggal

Belum Ada Tulisan Nama, Museum Fosil Patiayam Disangka Rumah Tempat Tinggal

Kudus, isknews.com – Keberadaan Museum Fosil Patiayam, di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, sudah banyak dikenal dan memancing rasa ingin tahu masyarakat, dibuktikan dengan jumlah pengunjung yang makin meningkat, mencapai ratusan orang per hari. Namun terkait dengan bangunan gedung museum, masih ada kekurangan agaknya terabaikan dari perhatian Organisasi Perangkat Dearah (OPD), yakni belum adanya tulisan nama pada bagian depan bangunan museum. Sehingga sejumlah pengunjung, terutama dari luar kota, mengira atau menyangka kalau museum itu adalah bangunan rumah tempat tinggal.

Diantara pengunjung Museum Fosil Patiayam yang merasakan hal itu, adalah Agus dan Anang, pengunjung dari Bandung, Provinsi Jawa Barat dan Surabaya (Jawa Timur) yang datang ke Museum Fosil Patiayam, bersama keluarganya, pada saat liburan sekolah kemarin.
Menurut Agus, untuk koleksi yang dipajang di dalam ruang pamer museum, sudah cukup lengkap, baik yang berupa fosil hewan, gambar tentang sejarah asal-muasal manusia purba, peta cakupan temuan fosil di wilayah Situs Patiayam, sampai replika gajah purba. Hanya ada satu usulan yang dia sampaikan, yakni agar dibuatkan lagi papan nama satu lagi, di halaman museum. Alasanya, agar pengunjung bisa berselfy dengan latar belakang papan nama. “Sekarang ini memang sudah ada nama identitas Museum Fosil Patiayam, namun letaknya di tepi jalan desa yang ramai lalu lintas. Pengunjung tidak bisa leluasa mengambil foto, karena terhalang dengan kendaraan yang lewat.”

Lain lagi dengan Anang. Pengunjung asal Surabaya ini mengusulkan agar pada bagian depan gedung museum, diberi tulisan nama identitas museum. Alasannya juga agar kalau ada pengunjung akan berfoto dengan latar belakang gedung tersebut, akan tampak kalau itu adalah gedung Museum Fosil Patiayam. “Tadinya saya dan keluarga mau berselfy dengan latar belakang gedung museum. Tetapi karena belum ada tulisan nama, ya tidak jadi. Karena bagi yang belum pernah ke sini, bisa mengira bangunan rumah tempat tinggal.”

Anang yang sengaja mengunjungi museum bersama istrinya, Maria dan anak tunggalnya, mengusulkan agar dinas terkait melengkapi museum dengan tulisan nama di bagian atas gedung museum. “Untuk di dalam museum, saya usulkan agar ditambah dengan diorama, apa itu tentang siklus manusia purba, proses penggalian fosil dan lain-lain.”

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Sutiyono, yang dihubungi isknews.com di ruang kerjanya, Jumat (21/07), mengatakan menyambut baik usulan yang dinilai positif itu. Pihaknya secepatnya akan menindaklanjuti ke Pemkab, agar bisa dianggarkan. Kemungkinan hal itu bisa diusulkan pada anggaran APBD perubahan Kabupaten Kudus TA 2017 ini. “Hampir semua kegiatan proyek pembangunan Museum Fosil Patiayam, dianggarkan pada APBD perubahan.”(DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Pemilihan Duta Wisata Mas dan Mbak Kudus Tahun ini di Tiadakan, Kenapa ?

Share This Post

Comments are closed.