Belum Adanya Marka Kendala Lalin Dua Arah

Belum Adanya Marka Kendala Lalin Dua Arah

Kudus, isknews.com – Lalu lintas dua arah di Jalan Jendral Sudirman, Kabupaten Kudus, hingga kini sudah berlangsung selama 20 hari, sejak mulai diberlakukan pada 26 September  2016 lalu. Kalau pada pelaksanaan uji coba selama lima hari pertama, masih dipantau dan dijaga oleh sejumlah petugas, baik dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus maupun dari Lalu Limtas Angkutan (LLAJ) Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kudus, sekarang ini jumlah petugas yang diterjunkan di lapangan sudah jauh berkurang.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Kudus, Didik Sugiharto, melalui Kepala Bidang (Kabid) LLAJ, Putut Dwi Kuncoro, yang dihubungi isknews.com di ruang kerjanya, Jumat (14/10), membenarkan hal itu. Menurut dia,   semula lalu lintas dua arah di Jalan Jendral Sudirman, Kabupaten Kudus itu, direncanakan akan dlakukan uji coba lebih dahulu, selama 5 sampai 7 hari, sejak mulai diberlakukan pada 26 September 2016. “Setelah masa uji coba itu berakhir, kami dari Dishubkominfo dan Polres meminta masukan dari masyarakat pengguna jalan tersebut, sebagai bahan evaluasi.”

BACA JUGA :  Tabel Denda Tilang Belum Turun Pelanggar Lalu Lintas Bayar Denda Sesuai UU

Namun dalam perkembangannya, ungkapnya lanjut, muncul sejumlah kendala di lapangan, terutama dengan kondisi jalan yang masih mulus, karena baru selesai dibangun.  Pada ruas jalan yang memanjang dari perempatan Simpang Tujuh hingga pertigaan Pentol, atau di depan Kantor Kecamatan Kota, belum diberi marka yang sangat dibutuhkan bagi ketertiban dan kelancaran lalu lintas.  “Marka pembagi atau pemisah jalan di bagian tengah belum ada, juga marka lain seperti zebra cross, serta yang juga tidak kalah penting, adalah petak atau kotak-kotak tempat di tepi jalan, tempat parkir mobil. Semuanya belum ada.”

Karena kondisi di atas itulah, untuk sementara ini, sistem lalu lintas dua arah di Jalan Jendral Sudirman, Kudus itu, masih dibiarkan berlangsung terus dan diharapkan masyarakat yang melewatinya membiasakan diri dengan tetap mematuhi peraturan lalu lintas di sepanjang jalan tersebut.  “Diberlakukanya lalu lintas dua arah di ruas jalan itu, adalah permintaan masyarakat, pengguna kendaraan bermotor dari arah timur yang akan ke Pasar Kliwon, sehingga tidak harus berjalan memutar,” ucap Kabid LLAJ Dishubkominfo Kabupaten Kudus itu. (DM).

BACA JUGA :  Waspadai Tikungan Tajam Jalur Alternatif Selatan di Kudus

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post