Belum Jelas Nasib 317 Karyawan PT Soloroda Yang Dirumahkan

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Nasib 317 karyawan PT Soloroda Indah Plastik yang dirumahkan, hingga belum jelas. Komisi B DPRD Kabupaten Kudus yang diharapkan bisa menjembatan penyelesaian kasus tersebut, belum mengagendakan pertemuan kedua belah pihak yang bersengketa, antara karyawan dan pemilik perusahaan yang letaknya di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupeten Kudus itu.

Tim Advokasi Para Pekerja PT Soloroda Indah Plastik, Daru Handoyo, yang dihubungi isknews.com, melalui telepon selulernya, Kamis (11/01/18), membenarkan hal itu. Menurut dia, pihaknya selaku kuasa hukum pekerja, masih menunggu undangan dari Komisi B DPRD Kudus, terkait tindak lanjut kasus dirumahkanya ratusan karyawan PT Soloroda Indah Plastik. “Karena sudah tiga kali pemilik atau owner perusahaan mangkir, saat dipanggil ke dewan, Komisi B DPRD akan mengagendakan lagi pemanggilan kepada pimpinan PT Soloroda.”

TRENDING :  KPU dan Panwaskab Ajak Peserta Pilkada Kampanye Damai

Sebelumnya, Komisi B DPRD Kudus mengundang mereka untuk upaya penyelesaian hak pekerjanya yang sejak Agustus 2017 tidak dipekerjakan dan belum mendapatkan pesangon maupun uang tunggu yang diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan setelah diundang tiga kali oleh DPRD Kudus di ruang rapat komisi B DPRD Kudus.

TRENDING :  Mediasi Persoalan PT Soloroda Alami Jalan Buntu

Namun undangan yang dilayangkan kepada M Toha, pemilik perusahaan karung plastik tersebut, belum sekalipun ditanggapi untuk hadir dalam rapat Komisi B itu. Akibatnya, nasib 317 karyawan yang dirumahkan secara sepihak itu, belum menemui titik terang,

“Padahal dalam rapat tersebut Komisi B telah mengundang beberapa pihak selain wakil pekerja dan serikat pekerja SPSI, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti,” jelas Daru Handoyo.

TRENDING :  Ratusan Pekerja PT Soloroda Indah Plastik Rapat di Museum Fosil Patiayam

Dia menambahkan, seharusnya pemilik perusahaan mempunyai iktikad baik dengan menghadiri undangan rapat Komisi B, untuk menyelesaikan permasalahan pekerja. “Semua pihak yang terkait dengan kasus tersebut, menginginkan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :