Belum Sembuh Pasien Korban Ledakan Gas 3 Kg Dipaksa Pulang RSUD Loekmono Hadi

Belum Sembuh Pasien Korban Ledakan Gas 3 Kg Dipaksa Pulang RSUD Loekmono Hadi

Kudus, ISKNEWS.COM – Pada awal bulan Februari 2017 terjadi musibah ledakan gas elpiji 3 Kg yang menimpa keluarga Sodikin (48), warga Desa Lambangan gang 12 RT 07 RW 02, Kecamatan Undaan. Lima orang dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka bakar.

Salah satu korban adalah Ramiseh (47), yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi, Kudus. Sebelumnya Ramiseh dirawat di Klinik Mardi Santoso, Undaan. Namun, baru satu minggu dirawat keluarga korban mengaku pihak rumah sakit memulangkan paksa Ramiseh.

TRENDING :  3 Besar se Jateng Terkait Prestasi Imunisasi MR, Kudus Dikunjungi Tim SEAR WHO

Padahal waktu itu kondisinya masih cukup parah. “Istri saya dipulangkan paksa RSUD, alasannya KIS hanya berlaku untuk perawatan maksimal satu minggu,” ujar Sodikin saat ditemui ISKNEWS.COM, Sabtu (25/02/2017).

Dia menuturkan, yang berbicara bahwa masa perawatan menggunakan KIS hanya satu minggu adalah perawat. “Kami mendengar umungan tidak enak itu dari salah satu perawat,” jelasnya.

Saat itu, lanjut Sodikun, perawat mengatakan pengobatan menggunakan kartubaskes atau jamkesmas KIS hanya berlaku maksimal satu minggu. Lebih dari seminggu harus membayar sendiri. “Itu dikatakan sebelum istri saya dipaksa pulang pada Sabtu, 11 Februari 2017,” tambahnya.

TRENDING :  Unjuk Rasa LSM LepasP Pagi Ini : Perjalanan setahun BPJS Kesehatan Masih Jauh dari Harapan Masyarakat

Akhirnya Ramiseh dipaksa pulang. Semua infua dicabut paksa tanpa memperdulikan kondisi badannya yang masih menderita luka bakar. “Nyabut infusnya saja sudah tidak manusiawi kasar banget. Selain itu, waktu menuju ke luar dengan menggunakan gledekan juga mendapat perlakuan kasar dari satpam,” ucap Ramiseh dengan mata berkaca-kaca sedih.

Usai dipulangkan paksa RSUD Kudus, keluarganya berinisiatif meminta perawatan dari salah satu perawat yang saat itu merawatnya. Hal itu dilakukan supaya luka bakarnya segera sembuh.

TRENDING :  Manfaat Mandi di Pagi Hari

“Saya dirawat salah satu perawat di RSUD yang baik. Satubkali perawatan membayar Rp 350 ribu. Yang ke dua Rp 370 ribu,” terangnya.

Sementara itu, humas RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Saiful Anas saat dihubungi melalui ponsel probadinya, Jumat (24/02/2017) membenarkan Ramiseh memang diijinkan pulang. Karena menurut dokter kondisinya sudah membaik.

“Pasien dinyatakan BLPL atau boleh pulang. Jadi tidak benar pemberitaan yang menyatakan pulang paksa,” tegasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*