Belum Terima Konpensasi Dari Pemkab Penemu Fosil Patiayam Kudus

Belum Terima Konpensasi Dari Pemkab Penemu Fosil Patiayam Kudus

Kudus, isknews.com – Usulan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, agar penemu fosil di Situs Purbakala Patiayam, Kabupaten Kudus, diberikan kompensasi, hingga kini belum terealisasi. Padahal usulan yang diajukan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudud, sudah sekitar lima bulan lalu, tepatnya Februari 2017.

Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus, Yuli Kasiyanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Sutiyono, yang dihubungi isknews.com, Jumat (16/06), mengatakan hal itu. Menurut dia, Disbudpar mengusulkan para penemu fosil hewan purba di Kawasan Situs Patiayam, Kabupaten Kudus, mendapatkan kompensasi atau asih. Hal itu sebagai bentuk penghargaan dan kepedulian kepada penemu yang jumlahnya lima orang. “Karena atas kesadarannya sendiri, mereka mau menyerahkan temuan fosil kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, melalui pengelola Museum Fosil Patiayam.”

Para penemu fosil itu adalah, Sutopo dan Roji, keduanya warga RT-02/RW-04, serta Husen Ulinnuha, warga RT-01/RW-04, Ngarpani dan Simpo, keduanya warga RT-02/RW-03 dan RT-02/RW-04. Tiga orang yang disebutkan pertama, adalah yang menemukan fosil pada Desember 2016, sedangkan dua orang lainnya menemukan fosil pada Januari 2017. “Semua fosil hewan purba temuan terbaru yang jumlahnya ratusan itu, kini sudah disimpan di Museum Fosil Patiayam.”

Dia selanjutnya mengatakan, para penemu fosil itu memang sudah mendapat tali asih, tetapi dari BPSMP, Sangiran, Sragen, Provinsi Jawa Tengah, hal itu karena kedudukan Situs Patiayam memang berada dalam pembinaan BPSMP. Pihaknya akan mengupayakan agar pengajuan tali asih itu secepatnya bisa terealisasi, serta bisa diterimakan kepada para penemu.

Sutiyono menegaskan, Kalau dilihat dari nominalnya memang tidak seberapa, namun setidaknya Pemkab mempunyai niat baik kepada warga masyarakat. “Karena dengan menyerahkan hasil temuannya ke Pemkab, berarti mereka juga telah menyelamatkan fosil yang tidak ternilai harganya, dilihat dari sisi sejarah, khususnya zaman purbakala.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Desa Loram Kulon Sukses Gelar Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata

Share This Post