Bendungan Logung Setelah Sebulan Di Aliri Air

oleh
Kondisi terkini bendungan Logung paska diisi air perdana sebulan lalu (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Genap satu bulan paska di lakukannya Impounding atau pengisian air awal yang di peresmiannya dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi pada Selasa 18 Desember 2018 lalu.

Kini progress ketinggian air yang di alirkan di Bendungan kebanggaan warga Kudus ini posisi air diperkirakan telah mencapai ketinggian 25 meter.

Waduk yang memiliki ketinggian 56 meter dengan panjang 350 meter dan mampu menampung air sebanyak 20,15 juta meter kubik, dengan volume efektif sebesar 13,72 juta meter kubik itu diyakini dengan curah hujan yang tinggi proses penggenangan bendungan bisa lebih cepat dari target delapan bulan seperti yang di jadwalkan.

TRENDING :  Moda Wisata di Terminal Bakalan Krapyak, Becak Paling Sering Melanggar

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Lapangan Bendungan Logung Kudus Dorlanda Sinaga di Kudus, Sabtu (05/01/2018) di lokasi bendungan.

“Bendungan Logung diperkirakan bisa lebih cepat terisi karena curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir, hingga kemarin elevasi air sudah mencapai 62,80 meter di atas permukaan laut,” katanya.

Penggenangan Bendungan Logung dimulai sejak 18 Desember 2018 dengan memanfaatkan aliran Sungai Logung dan Sungai Gajah.

“Mudah-mudahan selama tahapan penggenangan bendungan curah hujan di Kabupaten Kudus memang mendukung agar bisa mencapai target. Bahkan, jika memungkinkan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Menurut dia, elevasi air tersebut sudah sesuai dengan target yang ditetapkan sebelumnya.

TRENDING :  Bimtek Keprotokolan Ciptakan Protokoler Handal dan Profesional

“Agar air bendungan bisa melimpas, elevasi airnya harus mencapai 88,50 meter. Kecepatan penggenangan bendungan rata-rata per hari 50 sentimeter pada area seluas 144,06 hektare,” terang dia.

Pengisian bendungan, menurut dia, akan dibatasi hingga elevasi 74 meter kemudian ditunggu selama tiga bulan untuk mengetahui keandalan bangunan bendungan.

Setelah bangunan dipastikan tidak bermasalah, volume air dalam bendungan akan ditingkatkan hingga mencapai elevasi 88,50 meter dengan muka air tertinggi 93 meter.

Proses pengisian bendungan meliputi tiga tahap, yakni elevasi lantai pengelak sampai 41,5 meter dari dasar bendungan kemudian elevasi masukan sampai 74,5 meter, dan elevasi muka air normal sampai 88,50 meter.

TRENDING :  Dana BOS Rp57,1 Miliar Untuk Madrasah di Kudus Sudah Cair

Selama tahapan pengisian air, kawasan bendungan dijaga tetap steril dari pihak yang tidak berkepentingan  termasuk wisatawan.

Bendungan Logung yang pekerjaaanya dimulai pada 2015 lalu lewat Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya (Persero) direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air irigasi untuk lahan potensial dengan dukungan saluran irigasi eksisting 2.805 hektare dan irigasi pengembangan 2.491 hektare di wilayah Kabupaten Kudus.

Selain itu, bendungan juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air baku hingga 200 liter per detik bagi perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Kudus dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro 0,50 MW.

Keberadaan bendungan yang memiliki daya tampung efektif 20,15 juta meter kubik air itu juga diharapkan bisa mengurangi potensi banjir. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :