Berani Untuk Tidak Nyampah Menuju Kudus Bebas Sampah 2025

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Kelola sampah untuk hidup bersih, sehat dan bernilai menjadi tujuan diadakannya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, yang digelar di arena Car Free Day Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (10/3/2019) pagi.

Menindaklanjuti program bebas sampah oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus menargetkan pada 2025, Kabupaten Kudus bebas sampah.

Bupati Kudus HM Tamzil yang membuka acara tersebut mengajak masyarakat untuk kelola sampah dan minimal tidak nyampah di sembarang tempat. “Hal itu bisa kita lakukan dengan tidak membuang sampah dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujarnya usai menandatangani petisi di kain bertuliskan “Berani Untuk Tidak Nyampah”.

Untuk mensukseskan program tersebut, Pemkab Kudus juga memberikan sosialisasi langsung ke masyarakat mengenai pemilahan sampah dan daur ulang sampah. Sosialisasi ini untuk membangun perspektif masyarakat mengenai manfaat sampah. ”Tidak semua sampah harus dibuang. Jadi harus dipilah agar memiliki nilai jual dan tidak mengganggu lingkungan hidup,” kata Tamzil.

TRENDING :  Janda Baru Melimpah di Kudus, Ini Penyebabnya

Sementara Faesal Adam, Ketua Kresek Kudus mengatakan bahwa sampah yang ditukar oleh masyarakat ini minimal layak jual, lalu bisa ditukar dengan berbagai hal menarik, seperti bibit alpukat, duren, totebag, kopi anget, merchandise daur ulang,

Dikutip dari https://komunita.id/?p=50532, Lahirnya komunitas KRESEK (Kreasi Sampah, Ekonomi Kota) dimotori oleh tiga pemuda asli Kudus yang bersekolah di Universitas Diponegoro dan Universitas Pandanaran Semarang, yaitu Faesal Adam, Pipin Fajar Lestari, dan M, Abdurohman.

TRENDING :  Undip Ajarkan Teknologi Olah Pakan Ikan Mandiri Bagi Petani Lele di Kudus

Mereka adalah anak muda yang memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Berawal dari keprihatinan mereka akan permasalahan sampah di Indonesia, ketiga pemuda ini sepakat untuk membuat Bank Sampah di Kota Kudus. Tak hanya fokus pada Bank Sampah, KRESEK juga bergerak dalam bidang yang berhubungan dengan lingkungan. Dan jumlah anggotanya terus bertambah dari beragam profesi.

Komunitas yang muncul terus melakukan sosialiasi di berbagai kesempatan, baik secara formal maupun non formal. Termasuk melakukan sosialiasi pelajar di sejumlah sekolah di Kudus dan sekitar. Mereka mengajak generasi muda untuk peduli lingkungan.

Komunitas KRESEK juga ditunjuk sebagai tim yang merancang konsep Zero Waste pada even Festival Payung di Surakarta, September mendatang. KRESEK dilaunching pada tanggal 27 September 2015 di CFD Kudus, tanggal ini menjadi tanggal lahirnya KRESEK di Kudus.

TRENDING :  Saat Musim Hujan Semua Sungai Berpotensi Timbulkan Banjir

Pada acara itu KRESEK tidak hanya melakukan launching, tapi juga mengadakan bersih-bersih di CFD dan menggundang beberapa komunitas di Kudus, seperti KPAM ( Komunitas Pecinta Alam Muria), Semut Gunung, KPG Korwil Kudus, Kudus Bergerak, dan Berbagi Nasi Kudus. KRESEK tak hanya bergerak dibidang Bank Sampah saja, namu KRESEK bergerak dalam lingkungan serta KRESEK lebih fokus mengajak anak muda untuk turut bergabung bersama. Hal ini yang menjadikan perbedaan KRESEK dan Bank Sampah lain di Kudus.

Bagi yang ingin bergabung di komunitas tersebut bisa daftar mendaftar langsung lewat website resmi www.kresek.org. Selamat berjuang dan melestarikan lingkungan kawan. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :