Beras Cadangan Untuk Karimunjawa Mulai Dibagikan

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Sebanyak sekitar 8 ton beras cadangan untuk musim paceklik di Kecamatan Karimunjawa sudah mulai didistribusikan kepada warga. Hal ini seiring sudah mulainya musim baratan yang disertai dengan gelombang tinggi. Saat musim baratan ini, nelayan lebih banyak berdiam dirumah daripada pergi malaut karena cuaca yang tidak memungkinkan.

Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Nor Soleh mengungkapkan, musim angin barat mulai muncul di kepulauan Karimunjawa. Aktivitas masyarakat pun mulai terganggu. Nelayan tak lagi melaut lantaran gelombang tinggi. Pasokan kebutuhan pangan ke Karimunjawa pun mulai terhambat. ”Musim angin barat tahun ini maju dari biasanya. Kita khawatir jika musim gelombang tinggi dan angin kencang ini akan berlangsung lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya, Selasa (19/12/2017).

TRENDING :  Tinggi Gelombang di Perairan Jepara Aman Untuk Penyebrangan

Soleh menambahkan, beras cadangan musim paceklik sebanyak 8 ton itu untuk Desa Karimun sebanyak 3 ton. Kemudian jatah Desa Kemujan 2,5 ton. Sementara, jatah untuk Desa Parang dan Nayamuk masing-masing 1,5 ton dan 1 ton. “Sudah mulai kita didistribusikan ke desa-desa (pulau). Masing-masing desa mendapat jatah beras berbeda-beda,” imbuhnya.

TRENDING :  DLH Jepara Dampingi Verifikasi Kerusakan Terumbu Karang Karimunjawa

Untuk Pulau Parang dan Kemujan sudah diambil, sedangkan untuk Karimunjawa, sebagian juga didistribusikan untuk warga yang di Pulau Genting. Menurutnya, musim angin barat biasanya berlangsung selama tiga bulan. Dimulai Januari berakhir Maret. Tinggi gelombang pada musim angin barat bisa mencapai empat hingga lima meter. “Mudah-mudahan musim baratan tahun ini tidak terlalu lama,” harapnya.

TRENDING :  Dua Aduan Diterima Posko Pengaduan THR

Gelombang tinggi juga menyebabkan sejumlah nelayan di Jepara dalam beberapa hari ini tidak melaut. Nelayan akhirnya memilih untuk memperbaiki sejumlah peralatan tangkapnya sembari menunggu cuaca kembali membaik. Nelayan juga sebagian memindahkan tempat sandarnya yang semula berada di Jobokuto ke Dermaga Kartini. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :