Berat Badan Naik Setelah Berpuasa, Ini Sebabnya

oleh
Berat Badan Naik Setelah Berpuasa, Ini Sebabnya
Foto: Hasil penimbangan berat badan di Apotik Kudus, Kamis (07-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Bagi sebagian orang, momen bulan puasa kerap dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan. Tak jarang, para penyandang obesitas berjuang keras melakukan diet dan olahraga untuk mendapatkan berat badan ideal.

Namun, yang sering terjadi justru sebaliknya. Setelah hampir sebulan berpuasa, berat badan justru melonjak tinggi bukannya menurun. Lantas apa yang salah?

Menurut dr. Budi Istriawan, sebenarnya puasa bermanfaat untuk memperbaiki kondisi kesehatan tubuh. Termasuk mengurangi kadar lemak dalam tubuh atau menurunkan berat badan.

“Setelah menjalani puasa idealnya orang akan mengalami penurunan berat badan. Tetapi ada juga yang setelah puasa, justru berat badannya meningkat. Jika mengalami hal semacam ini, maka ada sesuatu yang salah dengan puasanya,” katanya, Rabu (06-06-2018).

TRENDING :  ​Satpol PP Kabupaten Kudus,  Tempati Kantor Baru 

dr. Budi menjelaskan, tanpa disadari saat berpuasa orang melakukan kebiasaan-kebiasaan yang kurang sehat. Kebiasaan inilah yang kemudian berdampak pada terjadinya peningkatan berat badan. Seperti halnya kebiasaan makan berlebih saat berbuka.

“Setelah seharian berjuang menahan haus dan lapar, sering kali seseorang cenderung balas dendam saat berbuka, dengan mengkonsumsi makanan secara berlebihan,” ujarnya.

Meskipun saat berpuasa, waktu makan cenderung berkurang. Dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari, saat sahur dan berbuka. Sehingga momen berbuka kerap dijadikan sebagai momen untuk balas dendam.

“Walaupun makannya hanya dua kali sehari, namun jumlah kalori yang dikonsumsi justru cenderung lebih banyak dari hari-hari biasa. Ditambah dengan pengurangan aktivitas fisik ketika berpuasa, mengakibatkan penumpukan lemak dalam tubuh,” papar dr. Budi.

TRENDING :  Satpol PP Kudus, Lakukan Penertiban Lapak PKL di Kelurahan Mlatinorowito

Untuk menyiasatinya, ia merekomendasikan agar selektif dalam menentukan menu dan pola makan saat sahur dan berbuka.

“Makanan yang masuk seharusnya menggantikan nutrisi yang hilang saat puasa. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi gula atau yang manis-manis. Tapi konsumsilah makanan empat sehat lima sempurna,” terangnya.

TRENDING :  Fakta Baru Penemuan Bayi, Ternyata Sang Ibu Adalah Pegawai Puskesmas Sidorekso

Konsumsilah lebih banyak sayuran, buah, dan daging tanpa lemak. Untuk karbohidrat, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, pisang, atau roti gandum.

“Saat berbuka, usahakan mengkonsumsi minuman manis dan hidangan secukupnya. Setelah itu, barulah salat maghrib dan baru dilanjutkan untuk makan berat seperti nasi dan lain-lain. Setelah salat tarawih, hindari mengkonsumsi makanan berat,” sarannya.

Imbuhnya, “Saat sahur, hindari mengkomsumsi minuman manis dan makanan yang asin. Karena glukosa dan garam di dalam tubuh akan mengikat cairan. Sehingga saat berpuasa, bisa terjadi penurunan jumlah cairan tubuh atau dehidrasi.” (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :