Berburu Kuliner Tradisional di Pasar Kretek Kudus, Kamu Wajib Mencobanya Lur

oleh
Mawar Hartopo didampingi pengelola Museum Kretek, Bidang Pariwisata dan pegiat pariwisata saat mencoba minuman tradisional Wedang Seco, di Pasar Kretek, Kudus. Minggu (14/4/2019). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pasar Kretek menjadi angin segar bagi Museum Kretek kedepan dan Pariwisata Kudus pada umumnya. Ya, pasar tersebut keberadaannya hanya setiap Minggu Pagi, dimulai dari pukul 08.00  pagi hingga 12.00 siang atau sebelum dzuhur.

Pasar Kretek berada di area Museum Kretek Getas Pejaten Kecamatan” Jati, Kudus, Minggu (14/4/2019) pagi. Dimana terlihat beberapa pedagang yang menjajakan makanan dan minuman tradisional khas Kudus lengkap dengan souvenirnya. Mereka menempati sisi selatan halaman Museum Kretek.

TRENDING :  Rotary Club Kudus Kenalkan Permainan Tradisional dan Profesi ke Anak-anak

Plt Kepala UPT Museum dan Taman Budaya, Mutrikah Tika mengatakan, Pasar Kretek berawal dari ide bagaimana museum ini menjadi museum yang di cintai oleh masyarakat.

“Kami sebelumnya telah menjalin komunikasi beberapa elemen masyarakat, salah satunya paguyuban desa wisata kudus (Dewiku) dan mereka terlihat sangat antusias dalam event ini,” terang Mutrikah

Selain Dewiku, kita menggandeng komunitas IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia), yang dipelopori Mawar Hartopo (istri Wakil Bupati Kudus), klaster FEDEP (Forum For Economic Development and Employment Promotion) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) lainnya.

TRENDING :  Pameran Kaligrafi Internasional Digelar di Kudus

“Bagaimana komunitas masyarakat ini bisa datang ke museum. Kita pancing dengan sebuah ide, sebuah pasar traditional, Potensi desa di kudus banyak macamnya. Namun dari sisi promosi masih butuh dipublikasikan.

Museum Kretek saat ini telah mengembangakn beberapa objek yang ditawarkan, selain Museum, rumah adat dan Waterboom, juga ada bangunan replika yang menghiasi sisi utara.

TRENDING :  Air Surut, Normalisasi Sungai SWD-1 Dilanjutkan

Harapan kita bagaiman museum semakin rame dan akan berimbas pada meningkatnya pendapatan Asli Daerah (PAD). Diketahui, PAD Pariwisata secara umum 3,8 miliar, sementara target PAD semakin naik. Namun ini menjadi spirit bagi kami supaya maksimal, karena yang penting usaha maksimal dan tidak harus mengejar target,” bebernya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :